You are currently browsing the monthly archive for June 2008.

Penulis : Kennorton Hutasoit
JAKARTA–MI: Anggota KPU Endang Sulastri mengatakan KPU tetap berpedoman pada badan hukum yang dikeluarkan terkait masalah kepengurusan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Terkait putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang membatalkan kepengurusan PKB muktamar luar biasa (MLB) Parung dan MLB Ancol sekaligus menyatakan MLB Semarang yang sah, KPU belum mendapat putusan tersebut.

“Putusan PN Jaksel itu belum kami terima. Tapi yang jelas, KPU tetap berpedoman pada badan hukum yang dikeluarkan Depkum dan HAM. Sampai saat ini kepengurusan PKB yang terdaftar Ketuanya Muhaimin Iskandar dan Sekjennya Yenni Wahid. Kalau ada putusan pengadilan, Depkum dan HAM yang membuat penyesuaiannya dan kami menerima dari Depkum dan HAM,” katanya kepada Media Indonesia di Jakarta, Senin (30/6). (KN)

Abdul Khalik , The Jakarta Post ,

A new survey suggests former president Megawati Soekarnoputri would win an election if it were held today, thanks to the government’s decision to raise fuel prices.

The survey, conducted by Indo Barometer 10 days after the fuel prices went up, found 30.4 percent of respondents would vote for Megawati for president compared to only 20.7 percent for President Susilo Bambang Yudhoyono.

The survey — conducted among 1,200 respondents in 33 provinces — indicated a sharp decline in Yudhoyono’s popularity.

A similar survey in May last year showed Yudhoyono still far ahead of Megawati, with 35.3 percent of respondents saying they would vote for him as opposed to 22.6 for the former president. A survey last December showed Yudhoyono still ahead, at 38.1 percent to Megawati’s 27.4 percent.

“Yudhoyono’s decision to increase fuel prices and his administration’s failure to get people to accept the decision are factors behind his plunging popularity,” Indo Barometer executive director M. Qodari told reporters during the survey presentation here Sunday.

The survey said only 8.1 percent of respondents agreed with the government’s fuel price policy while more than 80 percent opposed it.

Most respondents rejected the government’s arguments — preventing smuggling, global price increases, reducing subsidies or helping poor people — to justify the increase.

Yudhoyono’s poll loss to Megawati was in line with the low approval many expressed for his performance as president. Some 60.5 percent of respondents said they were not satisfied with his performance in general, with only 36.5 percent saying they were satisfied and 3.2 percent declining to answer.

Respondents expressed highest dissatisfaction for Yudhoyono’s handling of the economy, with 79.1 percent saying they were disappointed in his inability to solve economic problems.

Overall, the survey said 50.1 percent opposed his reelection while 31.3 percent supported it and 18.1 percent were undecided.

Economist Faisal Basri said the results could be much worse for Yudhoyono now that people had already felt the full impacts of fuel price increases.

“A month or two after the fuel price hike, people will feel the second round impacts of the raised prices, especially in increased goods and transportation costs,” he said.

Faisal, however, said the results did not necessarily guarantee Megawati the presidency, since her approval rating was still just over 30 percent.

Fentiny Nugroho of the University of Indonesia said Yudhoyono could rebound if he enhanced his pro-poor policies in the health and education sectors while trying to create jobs for people.

Aside from Megawati’s rising popularity, former TNI chief Gen. (ret.) Wiranto and Yogyakarta Governor Sultan Hamengku Buwono X also received support with 9.3 percent and 8.8 percent of respondents respectively.

Sri Sultan was also the most electable vice presidential candidate with support from 19.9 percent of respondents, with Vice President Jusuf Kalla coming in a distant second at 12.3 percent.

Penulis : Agus Utantoro
YOGYAKARTA–MI: Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, sangat dimungkinkan untuk digelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Partai Golkar.

Sebab, AD/ART Partai Golkar memberi kesempatan penggelaran munaslub jika ada alasan yang kuat dan sesuai dengan aturan partai. “Memang dimungkinkan untuk menggelar munaslub. Tinggal syaratnya saja dipenuhi atau tidak,” katanya di Yogyakarta, Sabtu (28/6).

Ia mengakui tidak mudah untuk menggelar munaslub sebab selain harus didukung oleh sejumlah DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Golkar, argumentasi pelaksanaan munaslub pun harus masuk akal dan penting. Jika yang dijadikan alasan karena kekalahan partai ini dalam beberapa pilkada, dianggap masih belum cukup.

“Kalau yang dijadikan dasar adalah kekalahan dalam beberapa pilkada, ya seharusnya ada evaluasi dulu sebelum ada munaslub,” ujarnya. Sri Sultan mengaku kurang yakin dengan menggelar munaslub akan mampu menjawab persoalan yang tengah dihadapi partai itu, utamanya kekalahan di berbagai pilkada. Terlebih lagi, imbuhnya, yang berkembang selanjutnya adalah upaya melengserkan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla. (AU/OL-2)

Penulis : Mahfud
JAKARTA–MI: Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla memuji kejelian partai lain dalam mendukung calon tertentu dalam Pilkada termasuk mengusung kader Golkar.

“Kita berterima kasih kepada parpol lain yang jeli melihat kader kita dan menang,” kata Kalla saat membuka Orientasi Fungsionaris DPP Partai Golkar Angkatan VII di Jakarta, Sabtu (28/6).

Orientasi berlangsung 28-30 Juni 2008 yang diikuti kader Partai Golkar seluruh Indonesia dan secara periodik terus dilaksanakan.

Kalla menyatakan orang mengira DPP yang menentukan calon dalam Pilkada.”Ada yang bilang bahwa DPP tentukan, padahal lebih banyak tentukan adalah dari bawah,” ujarnya.

Kalla mengakui muncul banyak kritikan akibat banyak calon Golkar yang tidak berhasil memenangkan Pilkada. “Kalau hasilnya kecil, itu yang perlu dievaluasi,” cetusnya.

Kalla menyatakan saat ini Partai Golkar tidak tergantung kepada siapapun sehingga hanya dengan tekad yang kuat untuk memenangkan Pemilu 2009.

“Kita tidak punya ketergantuangan dengan siapapun, tidak tergantung pada tokoh siapapun. Kita tergantung tekad yang kuat,” tegasnya.

Kalla menyatakan keberhasilan Partai Golkar hanya tergantung kader partai. ”Karena itu, peran kader yang militan dan dinamis diperlukan.”

Kondisi seperti itu, lanjut Kalla mengakibatkan semua partai memiliki kesempatan yang sama.

Adanya kesempatan yang sama tersebut tergambar dalam Pilkada yang hasilnya sulit diduga.Dia menyamakan Pilkada dengan Piala Eropa dengan hasil yang sulit diduga.

Sementara itu, Ketua DPP Golkar Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Syamsul Muarif menyatakan akan menggandeng fungsionaris khusus, sebagai salah satu langkah memenangkan Pemilu 2009.

Fungsionaris khusus tersebut, ujar Syamsul adalah orang yang memiliki reputasi dan popularitas. Dia mencontohkan Tantowi Yahya, Peter Gontha, dan Sofyan Wanandi yang diharapkan menjadi fungsionaris khusus. (Fud/OL-2)

Read the rest of this entry »

Read the rest of this entry »

Me…mai me. Menek mai, ajak Mangku Pastika dari atas panggung dadakan yang dibuat di Sekar Tunjung Centre, Minggu (22/6) malam. Panggung yang dibuat untuk perayaan kejutan ulang tahun ke-57 Mangku Pastika.

Ni Made Ayu Putri (istri Mangku Pastika) menuntun lembut ibunda Mangku Pastika, Ni Nyoman Kinten, naik ke panggung. Mangku Pastika memperkenalkan sang ibu ke ratusan undangan yang memadati halaman Sekar Tunjung Center. Kinten kini telah berusia 88 tahun, tetapi fisiknya masih kuat.

Lima puluh tujuh tahun lalu, kata Mangku Pastika, ibundanya melahirkan seorang diri. Tanpa bantuan bidan, apalagi dokter. Kinten menyiapkan sendiri air panas dan ngad (pisau bambu) untuk persalinannya. Ia kemudian berpegangan pada tali kain yang diikatkan pada kayu yang melintang di langit-langit rumahnya. Sembari menahan rasa sakit, Kinten berjongkok dan sesaat kemudian lahirlah Mangku Pastika. ‘Begitu saya lahir, Meme membersihkan badan saya dari darah dan kemudian mengambil ngad untuk memotong tali pusar. Baru setelah itu menyerahkan saya ke kakek saya,’ kata Mangku Pastika mengenang cerita ibunya saat melahirkannya.

Kinten melahirkan sendirian karena saat itu ia ngambul dari suaminya, Ketut Meneng. Sehingga Kinten memilih pulang ke rumah orangtuanya. Kinten terbiasa tegar sejak masa mudanya. Saat perang kemerdekaan melawan Belanda, berkali-kali pelipis Kinten ditempeli moncong senjata prajurit Belanda yang ingin mengorek keberadaan para pejuang republik. Tak sekalipun Kinten gentar. Tak sekalipun ia membocorkan lokasi rekan-rekannya sesama pejuang.

Hal inilah yang membuat Mangku Pastika merasa sangat dekat dengan ibundanya. Kuatnya kasih-sayang ibu dan anak ini tetap berlanjut hingga saat Mangku Pastika menjadi perwira polisi yang mengemban tugas negara di wilayah-wilayah bergolak.

Menurut Mangku Pastika, di mana pun ia berdinas, di antaranya di Kupang (Nusa Tenggara Timur), di Papua dan di Jakarta atau tempat lainnya, Kinten selalu memaksakan diri untuk mabanten di ruangan yang akan dipakai putranya. ‘Jadi ke mana pun saya bertugas, Meme selalu hadir memberi cinta kasihnya kepada saya. Jadi kalau ada pemilihan supermama, sesungguhnya beliau (memeluk pundak Ni Nyoman Kinten – red) inilah supermama,’ tutur Mangku Pastika.

Rasa hormat dan cinta seorang Mangku Pastika begitu mendalam pada ibunda, Nyoman Kinten. Sehingga Mangku Pastika selalu berusaha menyempatkan diri menemui sang ibu di Buleleng, setiap ada kesempatan. Begitu pula sebaliknya, sang ibu, Nyoman Kinten, begitu mencintai Mangku Pastika.

Dalam film dokumenter tentang Mangku Pastika yang ditayangkan malam itu, ditampilkan reaksi Kinten saat mendengar putranya akan ditugaskan ke Timor Timur. Wanita tegar itu merebahkan tubuhnya ke belakang karena saking terkejutnya. ‘Saat saya diberi tahu anak tiang, Mangku ke Timor Timur, tiang langsung makesiab,’ katanya.

Sembari tersenyum haru, Mangku Pastika menatap wajah ibundanya. ‘Karena itu, Meme adalah orang yang mendapat tempat paling terhormat dalam hidup saya,’ tegas Made Mangku Pastika.

Puncak acara HUT ditandai dengan peniupan lilin dan pemotongan kue ulang tahun. Potongan kue ulang tahun itu pun oleh Mangku Pastika dengan mesra disuapkan ke Ayu Putri (istri Mangku Pastika), setelah itu menyusul disuapkannya ke ketiga putra-putrinya — Sandoz, Sari, Wira dan cucu-cucunya. Tepuk tangan panjang dari undangan seperti Cok. Ratmadi, Puspayoga menggema untuk merayakan kelahiran Mangku Pastika dan utamanya, untuk menyampaikan rasa hormat kepada Ni Nyoman Kinten, yang seperti ibu-ibu Bali lainnya, adalah teladan indah tentang ketabahan dan cinta. (r/*)

Read the rest of this entry »

JAKARTA, SENIN – Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Priyo Budisantoso berkeyakinan, partainya masih digdaya sampai sekarang ini. Kepada para wartawan di DPR, Senin (23/6) ia menolak bila kekalahan Golkar secara beruntun dalam pertarungan Pilkada di beberapa daerah, sudah menjadi prasyarat untuk segera digelar musyawarah luar biasa (Munaslub).

Meski kalah di sejumlah daerah, kata Priyo, Partai Golkar optimis menang 41,2 persen dalam pilkada kabupaten maupun kota. Wacana Munaslub dianggapnya terburu-buru.

“Munaslub belum saatnya dan belum ada alasannya. Kedigdayaan Golkar itu, bukanlah diukur dalam Pilkada tapi harus melalui pelaksanaan Pemilu legislatif. Tapi, kalau memang Golkar di 2009 nanti memang kalah, atau kejelungkup, mau melakukan apapun, ya terserah. Termasuk, kalau mau melakukan Munaslub,” tegas Priyo Budisantoso.

“Tapi, kalau sekarang janganlah, istilahnya kemrungsung. Kita masih menang 41,2 persen dalam pilkada kabupaten maupun kota. Dan sampai sekarang, kita ini juga masih optimistis, karena nanti semua pasti akan bekerja. Yang sudah barang tentu, akan jauh berbeda dengan cara kerja dalam pilkada,” tukasnya.

Kekalahan telak di Pilgub Jateng, makin menambah malu Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2004. Tercatat, dari Sabang sampai Merauke, jago-jago Golkar seakan tak mendapat restu untuk menjadi pemimpin. Dalam pertarungan Pilgub di Provinsi Bangka Belitung, jago Golkar Hudarni Rani yang berpasangan dengan Ishak Zainuddin kalah. Kemudian, jago Golkar di Sumatera Utara, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara (sedang bersengketa), Nusa Tenggara Timur, Lampung, dan di seluruh provinsi di Pulau Kalimantan.

Menkumham Andi Matallata disela-sela rapat kerja dengan Komisi III DPR mengungkapkan, kekalahan dalam Pilkada Jawa Tengah, tidak bisa dikatakan sebuah kekalahan besar bagi partai. Menurutnya, itu hanyalah kekalahan yang biasa saja karena hanya pada tingkat level gubernur saja.

“Kekalahan besar bagi Golkar itu adalah saat gagal mempertahankan Habibie menjai presiden dan tidak bisa membawa pak Akbar Tandjung sebagai wapres,” tegas Andi Matallata.

Sementara itu, kader Golkar yang lain Ferry Mursidan Baldan kemudian tidak sepakat bila sekarang ini partai harus dituntut menyelenggarakan munaslub.

“Kalah atau menang itu biasa dan tidak perlu panik. Golkar juga belum merasa perlu melakukan radikalisasi perubahan kepemimpinan karena yang ada sekarang sudah sesuai dengan amanat reformasi. Kalau ada yang minta perombakan, itu terlalu berlebihan. Lebih baik, digunakan saja untuk memenangkan Partai Golkar pada Pemilu 2009 nanti,” saran Ferry Mursidan Baldan. (Persda Network/yat)

Penulis : Ferdinand
KARANGANYAR–MI: Dugaan praktek politik uang menodai pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (22/6).

Dari informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah warga, pelakunya adalah oknum Kepala Desa Gajahan berinisial Shd (Suhadi) dan seorang warga lain berinisial Sni.

Modusnya dari memberikan uang secara langsung, sampai meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) warga untuk kemudian ditukar dengan uang. Besarannya berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp20 ribu per orang.

Salah satu warga yang mengaku telah menerima uang itu dari oknum kades itu adalah Sri Syamsiah. Dia didatangi pagi hari menjelang waktu pencoblosan. “Saya dikasih uang Rp20 ribu. Dengan pesan untuk mencoblos salah satu calon tertentu,” katanya.

Pengakuan senada juga datang dari Mukhlis. Pemuda ini mengaku diberi uang Rp10 ribu dan disuruh untuk memilih pasangan calon tertentu. “Ngasihnya itu tadi malam,” imbuhnya.

Selain Sri dan Mukhlis, masih ada sejumlah warga lain yang juga mengaku diberi uang dengan pesan serupa. Pengakuan warga tersebut dikuatkan salah seorang fungsionaris DPC PDI perjuangan di Kelurahan Gajahan, Gendro. Menurut dia, pihaknya bahkan sudah meminta klarifikasi langsung kepada oknum kades itu.

“Begitu mendapat laporan dari warga, tadi malam kami langsung mendatangi dan meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan. Dia sudah mengakui perbuatannya,” jelas Gendro.

Sebagai tindak lanjut, Gendro menegaskan, pihaknya akan melaporkan temuan ini kepada Panwas. Karena apa yang diperbuat oknum kades ini merupakan sebuah pelanggaran serius.

Sementara itu, Shd sendiri saat hendak dikonfirmasi tidak berhasil ditemui. Rumahnya pun terlihat selalu terutup rapat. Informasi yang diperoleh menyebutkan sejak disidang warga tadi malam, sang oknum kades tidak lagi terlihat batang hidungnya. (FR/OL-2)

Blog Stats

  • 132,294 hits
June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Flickr Photos

Bunches

Moon Behind Cleveland

Painting Reflections

贅沢  Luxurious  ~宮城,鳴子峽 Naruko Gorge ~

Vernazza at Night

More Photos

Top Clicks

  • None
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 616 other followers