You are currently browsing the monthly archive for November 2008.
Penulis : Dinny Mutiah
JAKARTA–MI: Salah satu pendiri Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra menyatakan siap maju menjadi calon presiden dalam pilpres 2009. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan partai lain untuk memuluskan jalannya. “Saya akan maju jadi presiden lewat PBB, bukan partai lain karena saya sebagai salah seorang pendiri PBB, kecuali jika ada koalisi dengan partai lain,” ujar Yusril di Jakarta, Minggu (16/11).
Mengenai kasus yang menimpanya terkait pengadaan biaya akses Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum), ia menganggap dirinya telah dizalimi karena ada pembentukan opini tidak berdasar. Ia mempersilakan jika ada pihak yang menganggap hal tersebut lebih sebagai kasus yang bernuansa politis daripada sebagai kasus hukum. Tapi, ia yakin rakyat cepat atau lambat akan mengetahui kebenarannya.
“Kasus ini seolah-olah saya dikerjai, dizalimi karena telah membentuk opini tidak berdasar. Tapi, saya yakin cepat atau lambat rakyat akan mengetahui,” ujarnya.
Ia menambahkan, PBB berencana akan mengajukan uji materil kepada Mahkamah Konstitusi terkait persyaratan Parliamentary Treshold yang ditetapkan dalam UU Pilpres. UU menyebutkan sebuah partai berhak mengajukan calon asalkan memenuhi kursi parlemen sebanyak 20% atau 25% perolehan suara nasional.
“Sebelum pemilu harus sudah diumumkan kapan Presiden akan sahkan itu. Selanjutnya, akan kami bawa ke MK untuk uji materil,” sahutnya. (*/OL-06)
Penulis : Mahfud
JAKARTA–MI: Partai Gerindra yakin menggaet swing voters atau masa mengambang dalam Pemilu 2009 dengan serangkaian kampanye dan iklan sampai masa pencoblosan.
“Langkah yang kita lakukan terbukti efektif untuk menjaring swing voters,” kata Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Jakarta, Senin (17/11).
Muzani mengaku sebagai partai baru, mau tidak mau harus menjaring masa mengambang. Pasalnya masa tradisional akan lebih sulit beralih ke partai baru. Meski membidik massa mengambang, Muzani menyatakan peluang partainya memenangkan Pemilu tetap besar.
Ia yakin masa mengambang jumlahnya makin besar seiring menyusut masa tradisional. “Apalagi jumlah pemilih pemula cukup besar sesuai postur demografi Indonesia,” tutur Muzani.
Namun Muzani menegaskan kemungkinan pemilih tradisional berpindah partai juga cukup besar. Apalagi jika mereka kecewa dengan pencapaian partai-partai lama. Menurutnya, mengacu pencapaian Pemilu 2009, sejumlah partai baru seperti Partai Demokrat mampu mendulang suara cukup signifikan. Muzani yakin Gerindra mampu melebihi pencapaian Demokrat di musim pertamanya mengikuti Pemilu.
Terkait koalisi, Muzani menyatakan dengan sistem politik saat ini, mau tidak mau harus dilakukan. Dengan jumlah partai yang mencapai 38, diprediksi tidak ada satupun partai yang meraih suara mayoritas. (Fud/OL-06)







Recent Comments