You are currently browsing the daily archive for March 16, 2013.

Terkecoh Oleh Jokowi dan Dahlan Iskan

Tidak dapat disangkal, kalau rakyat kebanyakan sudah terlalu muak, dengan gaya pejabat-pejabat kita. Mereka tampil, dengan baju-baju kemegahan. Setelah menjadi Penguasa, layaknya seperti yang sedang menjauhkan jarak dengan rakyat yg dahulu memilihnya. Hampir tiap detik, media massa menyiarkan berbagai penyelewengan uang Negara yang justru dilakukan oleh para pejabat itu, para penegak hukum itu dan bahkan para politikus itu, yg bahkan pembawa panji-panji akhlaq/moralitas agama.

Hampir tak tampak, kita dapat merasakan, ada penguasa yang ikhlas berjuang tampa pamrih untuk rakyat yang memilihnya, yang berharap kuat ingin ada perubahan kesejahteraan. Hilang asa oleh perilaku, seperti Lufti Hasan ex president PKS, yang telah menjadi tersangka kasus quota import daging sapi itu. Tiba-tiba berhembus lagi angin busuk perilaku Irjen Pol Djoko Susilo, yang kekayaannya, yang sdh disita KPK, hampir 100 Milyar. Tokoh muda, Anas Urbaningrum, yang kita berharap sangat kepadanya, dapat mengubah kondisi tersebut, malah tersangkut lagi kasus yang lain, pengadaan simulator SIM, padahal kasus hambalang juga belum tuntas. Akademisi Andi Mallarangeng pun larut dalam budaya dan iklim korupsi.

Intinya, kekecewaan masyarakat terhadap berbagai kekisruhan dalam berbagai hal, seperti korupsi yang semakin merajalela, penegakan hukum yang lumpuh karena ulah aparat penegak hukum sendiri, kompetisi politik kekuasaan-yang sangat kotor, dll, pada sisi lain sepertinya sedang terhibur oleh dua sosok manusia seperti “Dahlan Iskan” dan ‘Jokowi”.

Maklum masyarakat yang sedang galau dan penuh emosional itu, dua sosok figure manusia tersebut sedang di gadang-gadang menjadi calon Presiden pada Pilpres 2014. Mungkin karena hampir tidak menemukan figure yang lebih baik dari mereka itu!?. Tetapi, ini pertanyaan yang harus kita ajukan, apakah benar mereka itu berkemampuan membangun bangsa yang sedang carut marut ini!? Karena perilaku dilapangan politik, tidak identik dengan skill mengelola negara secara benar dan tepat. Dua-dua nya belum cukup teruji dan kurang bukti yang cukup, kalau mereka bisa berhasil membangun bangsa ini.

Mengapa?

Membangun bangsa ini, tidak cukup dengan “Kartu Jakarta Sehat” atau “Kartu Cerdas”. Tidak cukup hanya sekedar ngurus BUMN supaya beruntung. Bukan itu. Mereka harus punya visi. Visi Indonesia, yg tepat dan benar, yang di dasarkan pertimbangan kepada Geo Graphis dan geo politik, sehingga bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia dan bermartabat. Luas wilayah laut, luas wilayah daratan, banyaknya pulau-pulau, keadaan alam/climat-yang mendapat sinar matahri sepanjang tahun, serta multi budaya, dst, adalah potensi yang harus menjadi sumber energy serta inspirasi untuk mensejahterakan rakyat ini.

Pada sisi lain, kita harus belajar dari sejarah masa lalu, terutama dalam perjalanan perpolitikan kita. Lihat para presiden kita yang terdahulu, Bung Karno, di turunkan oleh rakyat yang mengelu-elukannya dahulu. Pak Harto di lengserkan oleh para mahasiswa yang di bangunnya sendiri. Gusdur, diangkat dan di berhentikan oleh para pendukungnya. Pak Habibi, di tolak pidato LPJ-nya, oleh Partainya sendiri. Megawati, tak kapok-kapoknya ingin menjadi Presiden lagi. SBY tak ada hari-hari yang memujinya, penuh denga hujatan, walau terpilih untuk yang kedua kalinya.

Jadi kalau Jokowi dan Dahlan Iskan, tdk memiliki visi dan tahu membangun system yang baik dan benar, maka jangan berharap Indonesia akan keluar dari masalah-maslah tersebut dan bukan mustahil mereka juga akan di hujat lagi oleh rakyat, seperti para pedahulunya.

Blog Stats

  • 130,715 hits
March 2013
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Flickr Photos

More Photos

Top Clicks

  • None
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 616 other followers