TEMPO Interaktif, Jakarta:Massa yang menamakan diri Kelompok Muda Bandung memprotes kampanye terselubung yang dilakukan oleh semua pasangan calon gubernur dan wakilnya dengan berunjuk rasa di Sekretariat KPU Provinsi Jawa Barat, Bandung. “Kalau tidak sanggup mengambil tindakan, bubarkan saja KPU dan Panwaslu,” kata juru bicara aksi itu Syamsul Bahri, Rabu (6/2).

Menurutnya, berbagai bentuk kampanye terselubung dilakukan oleh para calon pasangan gubernur dan wakilnya. Di antaranya, paparnya, maraknya spanduk-spanduk dukungan yang dipasang para pendukung pasangan calon gubernur di tempat-tempat umum yang semuanya merupakan fasilitas publik.
Dia menuding, KPU Jawa Barat dan Panwaslu sebagai perangkat penegak aturan dalam pilkada yang demokratis cenderung membiarkannya. Dengan contoh itu saja, paparnya, pelaksanaan pemilihan gubernur yang diharapkan demokratis tidak terwujud. KPU Jawa Barat misalnya, paparnya lebih banyak meributkan persoalan anggaran pemilihan yang belum cair.

Para pengunjuk rasa itu juga mengkritik para calon gubernur di Jawa Barat yang mempraktekan politik dagang sapi. Para pasangan calon bertingkah bak pejabat Orde Baru yang sibuk memperhatikan nasib masyarakat kecil menjelang pemilihan gubernur. Isu “Jakartanisasi” juga membayangi proses pemilihan gubernur yang dikhawatirkan akan berakibat bercokolnya kekuatan politik yang tidak pro rakyat marginal.
Para pengunjuk rasa menyerukan masyarakat Jawa Barat untuk menolak pemilihan gubernur yang tidak demokratis dan tidak pro pada perubahan. “Kita mencari pemimpin, bukan gubernur,” kata Syamsul.
Para pengunjuk rasa itu membentangkan spanduk putih yang berisi tanda-tangan warga yang dikumpulkan di 3 tempat di Kota Bandung sebelum menjalankan aksinya di Sekretariat KPU Jawa Barat. Pada spanduk itu ditulisi besar-besar: “Kita Butuh Perubahan Untuk Jawa Barat”.KPUD dan Panwaslu Jawa Barat Diprotes Soal Kampanye Terselubung