as-dedy-agum.jpg
Dedi Wijaya, Agum Gumilar, Ali Syarief dan Rudy Harsya Tanaya
———————————-
“ Di Dunia ini hanya ada dua orang yang rugi, pertama mantan Presiden Suharto dan yang ke dua Rudy Harsya Tanaya”, demikianlah ungkapan seorang pemudi warga keturunan dalam mengawali pertanyaannya kepada Agum Gumilar, semalam di Emperial Bandung. Semua hadirin tersentak diam, dan Pak Agum pun sempat bengong di buatnya. Sebenarnya, arah dari pertanyaannya adalah, karena yang sejak awal masyarakat tahu, bahwa calon dari PDI P Jawa Barat, untuk calon Wakil Gubernur Jawa Barat, adalah Rudy Harsya Tanaya, tetapi kemudian sosok Agumlah yang muncul mewakili PDI-P Jawa Barat. Apakah Pak Agum tidak mau berpasangan dengan Rudy karena beliau warga keturunan?, demikian pertanyaan Yenni ketus.Sontak saja Pak Agum kemudian menjelaskan ikhwal dan historis pencalonan dirinya. Menurut hasil polling partai Golkar, Agum Gumilar, mendudukti rating yang pertama dan tinggi, jauh meninggalkan figur lainnya, untuk calon Gubenur Jawa Barat 2008~2013. Opini inilah yang kemudian memicu konflik di tubuh Golkar. Tetapi kemudian Pak Agum menyampaikan hal ini kepada Pak Muladi selaku salah seorang Pimpinan Golkar, untuk melupakan dirinya, agar Golkar tetap solid. Entah apa yang terjadi, kemudian situasi ini di tangkap oleh PDI-P. untuk kemudian mencalonkan Agum selaku calon Gubernur Jawa Barat yang diusung oleh PDI-P Jawa Barat. Dalam hitungan politis sistim pemilihan saat ini, hampir mustahil kalau kemudaian partai-partai tidak melakukan kolasi strategis dengan partai lain,untuk memenangkan pilkada atau pilpres sekalipun. Itulah sebabnya Agum berpasangan dengan Nukman Abdul Hakim yang diusung oleh PPP dan didukung oleh koalisi 7 partai lainnya.Jadi itu adalah rumor dan gossip, yang tidak perlu dipercai, tuding Agum, kalau tidak berpasangan dengan Rudy karena soal etnisitas tadi, tambahnya. Tidak benar itu, lanjutnya. Dan kemudian Rudy Harsya Tanaya sendiri, juga membeberkan soal pencalonan Agum Gumilar tersebut. Memang dirinyalah yang meminta secara remsi agar Agum dapat dicalonkan sebagai Calgub, sesuai dengan rekomendasi Rakerdasus PDI-P Jawa Barat yang lalu, jelas Rudy.Pada akhir acara ampi yang diwakili oleh Ali Syarief membacakan deklarasi yang intinya, agar Pilgub bisa berjalan dengan baik, dan figur-figur yang tepat dapat keluar sebagai pemenang di Jawa Barat ini.