Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan siap dicalonkan sebagai calon presiden pada Pilpres 2009.

“Insya Allah, kita laksanakan (amanat) dan kita meminta dukungan masyarakat terhadap Partai Bintang Bulan (partai penerus Partai Bulan Bintang),” katanya, setelah acara Milad Nasional ke-2, di Mataram, Kamis (10/1) yang dihadiri puluhan ribu simpatisan dan pendukung Partai Bintang Bulan.

Yusril mengatakan untuk dapat mengajukan calon presiden, maka Partai Bintang Bulan harus kuat dan didukung masyarakat. “Untuk mancalonkan seseorang menjadi calon presiden, ada persyaratan yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Ditanya lebih lanjut mengenai bentuk kesiapannya, Yusril menjelaskan memiliki cukup pengalaman dalam menangani masalah rumit yang dihadapi bangsa. Pengalaman ini menjadi bekal untuk dapat memimpin bangsa Indonesia.

“Saya cukup lama menangani masalah-masalah rumit bangsa ini. Kalau sekiranya mendapat izin dari Allah dan mendapat dukungan masyarakat, maka saya siap maju,” kata mantan Mensesneg itu .

Dalam pidatonya saat acara Milad Nasional Partai Bintang Bulan, Yusril meminta dukungan masyarakat terutama masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk partai ini yang didirikan dan disiapkan untuk dapat mengikuti Pemilu 2009.

“Partai Bintang Bulan didirikan untuk mambawa aspirasi rakyat. Untuk menyongsong Pemilu 2009, kita mengambil langkah baru sehingga dapat mencapai kemenangan,” katanya dhadapan sekitar 50 ribu orang di lapangan olah raga Mataram.

Partai Bintang Bulan telah mendaftarkan diri ke Departemen Hukum dan Hak Azasi Manusia untuk diverifikasi.

Partai yang diketuai Hamdan Zoelva ini memiliki pengurus di 33 provinsi di Indonesia dan pengurus di 410 kabupaten/kota. Selain itu juga pengurus di 2.490 kecamatan di seluruh tanah air .

Dari sisi infrastruktur, pengurus Partai Bintang Bulan menyatakan telah memenuhi syarat untuk mengikuti pemilu 2009. “Saya harapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk Partai Bintang Bulan,” katanya dalam acara Milad Nasional yang juga dihadiri dewan pendiri Partai Bintang Bulan Sahar L. Hassan, Ketua Umum Hamdan Zoelva serta pengurus dewan pimpinan wilayah maupun cabang. Kompas.com

Lebih memilih membesarkan Partai 

JAKARTA, SABTU – Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra lebih memilih membesarkan partai daripada menjadi hakim konstitusi sekalipun ditawari jabatan ketua Mahkamah Konstitusi (MK). “Saya ingin berkonsentrasi membesarkan PBB,” kata Yusril di sela-sela syuting sinetron “Laksamana Cheng Ho” yang dibintanginya di Jakarta, Sabtu (1/3).

Dia mengatakan, jika dirinya menerima tawaran menjadi hakim konstitusi, tentu harus keluar dari PBB karena hakim konstitusi dilarang menjadi anggota atau pengurus partai politik. “Sebagai salah seorang pendiri dan dua periode memimpin PBB, berat bagi saya untuk meninggalkan partai,” kata mantan Menteri Sekretaris Negara tersebut.

Ketika ditanya apakah keengganan itu juga terkait keinginan untuk maju dalam pemilihan presiden 2009, Yusril tersenyum. “Memang saya ada niat untuk maju, tapi kita lihat nanti saat pendaftaran (Capres),” kata Yusril yang dijagokan sebagai calon presiden oleh pengurus dan konstituen PBB. Mengenai rencana pemerintah memilih hakim konstitusi melalui penunjukan, berbeda dengan DPR yang membuka pendaftaran, Yusril menyatakan hal itu tidak menjadi masalah. “Tidak jadi masalah. Meski tidak melalui pendaftaran, tentu pemerintah juga tidak asal tunjuk,” kata guru besar hukum tata negara tersebut.

Sembilan hakim konstitusi dipilih oleh tiga lembaga yakni pemerintah, Mahkamah Agung dan DPR. Setiap lembaga negara memilih tiga orang. Sebelumnya, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Adnan Buyung Nasution mengatakan, calon hakim konstitusi dari pemerintah yang diajukan presiden tidak akan dijaring melalui pendaftaran. “Sebab, belum tentu orang-orang yang sebenarnya memenuhi syarat mau mendaftar. Jadi kita yang ditugasi presiden untuk mencari calon hakim konstitusi akan melakukan jemput bola,” katanya.