Minggu, 09 Mar 2008 | 14:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemilihan Bupati Tulungagung, Jawa Timur periode 2008-2013 digelar secara serentak hari ini, Minggu (9/3). Dua kandidat bupati dan wakil bupati masing-masing, pasangan Mulyani?Subroto (diusung koalisi partai gurem dengan nomor urut 1) dan pasangan Heru Tjahjono?Mohammad Atiyah (pasangan incumbent diusung koalisi PDIP, PKB, PAN dan Partai Demokrat, bernomor urut 2) bertarung memperebutkan sebanyak 820.959 suara daftar pemilih tetap di 1.735 TPS (tempat pemungutan suara) yang tersebar di 271 kelurahan dan desa.

Untuk mengamankan jalannya Pemilihan Kepala Daerah, aparat Kepolisian Resort Tulungagung mengerahkan 2.500 aparat gabungan termasuk dari unsure TNI, Brimob, pasukan anti huru-hara dan tim anjing pelacak.

“Kami tidak ingin pesta demokrasi di Tulungagung dicederai dengan tindakan anarkis dan gangguan keamanan. Untuk itu kami melakukan pengamanan maksimal termasuk mengamankan para kandidat,” kata Komisaris Polisi Toni Sugianto, Kepala Bagian Operasi Polres Tulungagung, Minggu (9/3).

Selain pengamanan kandidat, aparat Polri berkonsentrasi mengamankan sejumlah obyek vital terkait dengan distribusi logistik pemilu, diantaranya, mulai dari kantor KPUD, PPK, PPS hingga TPS.

Ketua KPUD Tulungagung, Maksun Thohir menyatakan sejauh ini proses pemlihan berjalan lancar tanpa kendala apapun. Untuk itu pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan dan seluruh instansi terkait proses Pilkada.

“Segala persoalan yang berpotensi melukai Pilkada akan segera kami atasi secepatnya demi kelangsungan pesta demokrasi ini,” kata Maksun.

Di sisi lain, Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Tulungagung mensinyalir adanya penyelenggaraan undian berhadiah di sejumlah TPS. Bahkan dari penelusuran yang dilakukan Panwas, undian dalam bentuk door prize itu terjadi hampir di semua wilayah. Sayangnya, Panwas belum memiliki dasar hukum untuk melakukan penindakan.

“Kami belum menemukan dasar hukumnya untuk menindak undian berhadiah dalam Pilkada Tulungagung ini,” kata Suyitno Arman, Ketua Panwas Tulungagung.

Menurut Arman, dalih yang diberikan penyelenggaran undian adalah untuk meningkatkan antusiasme warga datang ke TPS untuk mencoblos. Namun yang dikhawatirkan Panwas adalah jika ternyata sosok yang berada di belakang penyelenggara undian adalah para kandidat kontestan Pilkada.

“Sekilas memang niatnya baik untuk menarik minat pemilih datang ke TPS. Tapi jika nanti terbukti ada keterlibatan tim sukses para kandidat, itu jelas masuk kategori money politics,” kata Arman.DWIDJO U. MAKSUM