Kapanlagi.com – Mantan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, menyatakan siap menjadi calon presiden pada Pemilu 2009 jika proses pesta demokrasi tersebut dapat dijalankan dengan jujur. (Komentar AMPI: Ini namanya mancla mencle Mas!.)

Kepada wartawan di Medan, Minggu (9/3) malam ia menjelaskan, untuk terciptanya pemilu yang jujur Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga harus jujur dan terbuka serta siap untuk diperiksa peralatan komputernya.
Menurut Amien, KPU harus bersedia membuka software (perangkat lunak) komputernya dan diperiksa oleh seluruh partai politik agar tidak ada lagi manipulasi dan penipuan hasil perhitungan suara.
“Saya bukan menuduh tetapi sangat yakin jika software komputer KPU pada Pemilu 2004 tidak beres,” katanya.

( Komentara AMPI; Kenapa Mas Amin tidak sue saja ke Pengadilan, jangan menabur su’udzon)
Amien Rais juga mengharapkan agar sistem quick count (perhitungan cepat) yang dilakukan selama ini tidak diterapkan lagi.

Sistem quick count dinilai penuh manipulasi dan sangat membuka peluang terjadinya penipuan dalam perhitungan suara.
Hasil yang diumumkan melalui quick count sering hanya berpegang pada jumlah perhitungan awal dan tidak berubah peringkatnya hingga akhir perhitungan suara.
Ironisnya sistem itu diakui sangat bagus oleh beberapa pakar yang diduga telah “dibayar” oleh kelompok tertentu dan dinyatakan sebagai metode yang diterapkan di negara maju.
“Padahal sistem quick count adalah akal-akalan dan sama sekali tidak pernah diterapkan di negara maju,” katanya. (Komentara AMPI : Memang quick count tidak dijadikan landasan untuk menetapkan hasil pemilu 2004. Quick Count kan dilaksanakan oleh pihak lain, yang justru membantu masyarakat untuk cepat mengetahui hasil sementara. Ternyata hasil quick count dengan perhitungan KPU tidak ada perbedaan yang significant. Heran juga Mas Amin, koq jadi tidak percaya pada teknologi mutakhir)

Selain faktor di atas, tambah Amien, setidaknya ada dua faktor lagi yang memungkinkannya maju sebagai capres, yakni terdapatnya hasil polling yang masuk akal dan adanya peluang besar untuk menang.
Amien Rais tidak mau “tergoda” oleh hasil polling yang merupakan rekayasa semata, akal-akalan dan tidak memiliki dasar yang jelas.

Selain itu Amien Rais juga tidak ingin mengikuti pemilihan presiden sekedar untuk menyalurkan “nafsu politik” dan sekedar “pantas-pantasan” semata. (Komentar AMPI : Setuju mas, lebih baik Pak Amin merekomendir figure muda lain, yang kira-kira dapat menyelesaikan masalah bangsa saat ini)

“Jika demikian, saya lebih baik menyatakan dukungan bagi kalangan muda untuk maju sebagai presiden,” katanya. (*/cax) (Komentar AMPI : Setuju banget Mas!!! Bung Din Syamsudin kah?)
Pernyataan Amien Dipertanyakan Banyak Pihak (17/01/2008)