agum-nukman.jpg

How to Win their Mind and Heart – Pilkada Jabar                   


Berbagai cara, upaya dan macam-macam strategi sudah mulai kita rasakan dalam pra kampanye Pilkada Jabar saat ini, termasuk black campaign seperti yang dikeluhkan oleh calon Gubernur Agum Gumilar. Kalaulah hal ini benar-benar terjadi patut kita sayangkan, karena tidak sesuai dengan moto masyarakat Jawa Barat yang Silih Asih, Asuh dan Asah itu. Jangan pula masyarakat pemilih Jawa Barat, menentukan pilihannya, karena factor-faktor, yang tidak ada kaitannya dengan upaya perubahan untuk mewujudkan pembangunan Jawa Barat kedepan dengan lebih baik.
Ketika masalah ini, ampi kemukakan kepada para sesepuh Jawa Barat, dalam salah satu forum silaturahmi, H.Sani Lupias Abdurachman, ketua Yapeta Jabar, menyatakan hendaknya semua candidate menyampaikan operasi simpatik, agar dapat How to Win Their Mind and Heart.

Sebenarnya, awal saat ketiga calon Gubernur itu perkenalkan, ketiga-tiganya sudah berikrar untuk melaksanakan gentlemen agreement, yaitu melaksanakan Pilgub dengan cara damai. Tapi kalau didalam perjalanan kemudian muncul masalah seperti yang dikeluhkan oleh Agum Gumilar, ini supaya dapat diseslaikan. Jangan hal ini terjadi di wilayah Jawa Barat, karena tidak sesuai dengan culture dan latar belakang sosialnya.
Kampanye itu saat para kadidat menawarkan program-programnya lima tahun kedepan. Apa yang baik kita lanjutkan, dan apa yang belum baik kita perbaiki, demikian kata Agum saat bersilaturhami dengan Para Pengusaha di Hotel Holiday inn Bandung baru-baru ini. Bukan saling menjelek-jelekan kandidate lain, tambahnya. Sementara Nu’man Abdul Hakim, juga dalam kesempatan yang sama, menyatakan perlunya Strong Leadership dan Pemimpin yang memiliki jiwa enterpreunerial yang tinggi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang menghimpit Jawa Barat saat ini.

Optimisme kedua calon pimpinan Jawa Barat ini, didasarkan kepada comparative advantage Jawa Barat itu sendiri seperti sumber daya alam yang besar, sumber daya manusia baik kulaitas maupun qualititas yang besar, dan factor geografis lainnya seperti dekat dengan Ibu Kota. Memang benar adanya, apa sebenarnya yang tidak ada di Jawa Barat? Universitas terkemuka di Indonesia bahkan di Asia ada di Jawa Barat, industry Strategis seperti IPTN, Pindad, Batan dll telah lama ada di Jawa Barat, Potensi Laut sisi utara dan sisi selatan, alam yang subur makmur, Manusia-manusia unggul ada di Jawa Barat ini.

Jadi aneh kalau ada warga Jawa Barat yang mati karena kelaparan, mati karena penyakit, mati karena kemiskinan, hutan Jawa Barat hampir punah, Index Pembangunan Manusia ada di ranking 16 dari 33 provinsi. Salah urus penggunaan lahan, tingkat pengangguran yang tinggi karena kesempatan kerja yang samakin kecil akibat iklim usaha yang tidak kondusif. Tingkat Korupsi yang tertinggi dibanding provinsi lain. Bila ini akibat dari salah kebijakan atau implementasi di lapangan yang tidak benar, tentu kita tida bisa menyeret Gubernur ke meja hijau. Satu-satunya untuk merubah keadaan adalah dengan tidak memilihnya kembali.

Harapan dari masyarakat Pemilih Jawa Barat itu sebenarnya ada beberapa hal pokok, yaitu seperti masalah perekonomian di Jawa Barat. Kita ingin mendengar konsep instant seperti apa yang dapat mensejahterakan masyarakat Jawa Barat. Kemiskinan di Jawa Barat ini, sudah merajalela ada disetiap kabupaten/kota dan berbanding kontras dengan mereka yang diuntungkan oleh system yang tidak adil ini. Adanya kemiskinan di Jawa Barat ini ironis dengan kondisi alamnya. Masalah kebijakan pembangunan moralitas, supaya kemudian tidak terjadi lagi kasus-kasus korupsi, kolusi dan Nepotisme terutama yang terjadi di tubuh aparatur pemerintahannya. Masalah penegakan hukum di provinsi ini, ini juga sangat krusial, karena kurangnya rasa keadilan yang dirasakan oleh masyakarat. Kesehatan juga semakin jauh dari harapan masyarakat, peran pemerintah belum dirasakan kalau rumah sakit tidak memiliki mutu standar pelayanan yang benar apalagi baik, harga obat yang terlalu tinggi, dan tindakan preventif kesehatan lainnya.
Inilah antara lain yang perlu diangkat ke arena kampanye, supaya kemudian rakyat bisa mendengar dan menentukan pilihannya dengan ahti nuraninya.