MAJALENGKA, (PR).-
Dukungan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Danny Setiawan dan Iwan Ridwan Sulandjana (Da’i), dinilai wajar. Apalagi, dukungan itu diberikan bukan dalam kapasitas mereka sebagai presiden dan wakil presiden. Tetapi, sebagai Pembina Partai Demokrat (PD) dan Ketua Umum DPP Partai Golkar (PG).

“Dalam kapasitasnya sebagai Pembina Partai Demokrat, mungkin saja Pak SBY memberi support kepada calon yang diusung Partai Demokrat. Begitu juga dengan Pak JK. Bahkan, meski jabatannya melekat, tapi mereka tidak kehilangan hak pilih. Khususnya Pak SBY, pada 13 April nanti, akan memilih,” ujar Danny Setiawan, ketika ditemui seusai kampanye di Lapangan Gelanggang Generasi Muda (GGM), Majalengka, Jumat (4/4).

Pernyataan itu disampaikan Danny menjawab pertanyaan wartawan soal adanya protes dari kandidat lain terkait dukungan yang diberikan SBY dan JK, sebagaimana yang disampaikan salah seorang fungsionaris DPP PD, pada kampanye sebelumnya.

Dalam kampanye yang digelar di Lapangan GGM, kemarin, Danny kembali menegaskan bahwa ia tidak akan mengobral janji. Tetapi, jika terpilih lagi sebagai gubernur, ia akan meningkatkan program pembangunan yang sedang berjalan, khususnya meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Tampak hadir, fungsionaris DPP PG dan DPD PG Jabar serta Kab. Majalengka, fungsionaris DPP PD, DPD PD Jabar, dan Kab. Majalengka. Kampanye dimeriahkan oleh kehadiran dalang Asep Sunandar Sunarya, Kang Darso, Nazar KDI, Kinkin Kintamani, Kusye, dan sejumlah artis lokal.

Sebelumnya, Ketua DPD PG Jabar Uu Rukmana dan Ketua DPD PD Jabar Ajeng Ratna Suminar serta pengurus DPD PG dan PD Majalengka mengajak masyarakat agar pada 13 April nanti mendukung dan memilih pasangan nomor urut 1, yaitu Da’i. Sebagai Gubernur Jabar, Danny Setiawan dinilai telah berpengalaman dan mengenal kondisi masyarakat dan wilayah Jabar. Begitu halnya dengan Iwan Sulandjana, yang merupakan mantan Pangdam III/Siliwangi.

Uu pun mengatakan, jika Danny terpilih lagi, pembangunan bandara internasional di Majalengka akan berlanjut. Bahkan, Ajeng mengancam akan memecat kader dan pengurus PAC (pengurus anak cabang) yang tidak menggerakkan mesin politik untuk memenangkan pasangan Da’i.

Sementara di Kuningan, pasangan Da’i berjanji akan memberdayakan kalangan masyarakat strategis seperti para petani, nelayan dan buruh. “Para petani, nelayan, buruh, dan pekerja lainnya merupakan masyarakat strategis yang harus diperhatikan, karena merekalah yang bisa menggerakkan ekonomi,” kata Danny, ketika berkunjung ke sentra perajin tape ketan “Sari Asih” milik Ny. Yayat, di Desa Tarikolot, Kec. Cibeureum, Kuningan, kemarin.

Menurut Danny, ada tiga hal penting yang menjadi indikator terkait dengan IPM, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Oleh karenanya, jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, harus membiasakan lingkungan yang sehat dan perilaku hidup sehat, serta daya beli masyarakat yang lebih baik. “Kalau masyarakat daya belinya baik, mau sekolah bisa, mau berobat pun gampang,” katanya.

Harga barang-barang naik, lanjut Danny, sebetulnya bukan keinginan pemerintah, sebab sekarang era ekonomi global. Kalau di luar naik turut naik, jika turun harga di sini pun turut turun. “Tidak ada pemerintah yang mau menyengsarakan rakyatnya, tetapi kemampuan pemerintah ada batasnya. Menghadapi permasalahan seperti itu, kita harus berupaya meningkatkan pendapatan dan bersikap hemat,” katanya. (A-136/A-146/C-30) ***