BANDUNG, MINGGU – Pengamat politik, Fadjroel Rahman menyatakan, kemenangan pasangan Achmad Heryawan – Dede Yusuf (Hade) berdasarkan hasil quick count merupakan hal yang sangat fenomenal dan akan menjadi bola salju untuk Pemilu Gubernur di daerah lainnya. Kombinasi birokrat dan militer yang biasanya menjadi “amunisi” untuk sebuah Pilkada menjadi tidak berlaku di Jabar.
“Masyarakat, terutama kaum perempuan dan pemilih pemula cenderung memilih tokoh-tokoh baru dan tidak ada hubungannya dengan kepemimpinan masa lalu,” ujanya di Bandung, Minggu (13/4).
Ia menuturkan, koalisi Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan dan mantan Pangdam, Iwan Sulanjana (Dai) dan Agum Gumelar – Wakil Gubernur Jabar, Nu’man A Hakim merupakan pasangan yang masih terkait dengan ketidakberhasilan pembangunan di Jabar. “Hal ini mengakibatkan masyarakat lebih memilih pasangan yang benar-benar baru sebagai harapan dan alternatif untuk perubahan,” ujarnya.
Terkait kemenangan Hade yang ada di depan mata ini, Fadjroel mengatakan, pasangan muda ini akan mempunyai beban yang sangat besar karena sebelumnya tidak terbiasa dalam birokrasi jika dibandingkan dua pasangan lainnya.
Hasil quick count sejumlah lembaga yang telah mencapai 60 persen menunjukkan kemenangan pasangan Hade. Sisa suara diperkirakan tidak akan mengubah komposisi.

Untuk sementara hasil quick count di Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis hingga pukul 16.30 WIB), Dai 26,85 persen, Aman 32,38 persen dan Hade 40,8 persen. Hasil survei Litbang Kompas, Dai 24,19 persen, Aman 35,34 persen dan Hade 40,47 dari 287 TPS. Lingkar Survei Indonesia (LSI), Dai 20,47 persen, Aman 26,46 persen dan Hade 39,87 persen. Pos Penghitungan Suara Hade mencatat, Dai 26,14, Aman 35,39 persen dan Hade 38,82 persen hingga pukul 16.30 WIB Minggu. (ANT)