JAKARTA, MINGGU – Kalau hasil perhitungan akhir nanti akhirnya memenangkan pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf, Jawa Barat harus siap dipimpin orang Jakarta. Faktanya, baik Heryawan maupun Dede Yusuf masih berstatus penduduk DKI Jakarta bahkan sama-sama tidak punya hak pilih pada Pilkada Jabar hari ini.

Sesuai data kartu tanda penduduknya, Heryawan masih tercatat tinggal di Jl Masjid I Kompleks Telkom RT 010/RW 001 No 15 Kebon Baru, Tebet. Ia bahkan masih aktif menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Sementara Dede Yusuf sampai sekarang masih tinggal di Jl Bunga Kenanga No 23 RT 008/RW 003 Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan.

Hanya saja, Heryawan menghabiskan masa kecilnya di Jawa Barat. Masa SD hingga SMA diselesaikannya di Sukabumi, dari SD Negeri Salaawai 1, SMP Negeri Sukaraja, dan SMA Negeri 3 Sukabumi. Ia baru pindah ke Jakarta sejak kuliah di Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) tahun 1992.

Berbeda dengan Dede yang dibesarkan di Jakarta sejak kecil. Dari SD Budi Waluyo, SMP Budi Waluyo, SMA Negeri 6 Bulungan, hingga Universitas Trisakti yang tak sampai diselesaikan.

Selain Heryawan dan Dede, Agum Gumelar yang berpasangan dengan wakil gubernur Jabar, Nu’man Abdul Hakim, juga impor dari Jakarta. Meski sering bolak-balik ke Bandung, Agum masih tercatat sebagai penduduk DKI Jakarta.

Dari mana asal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur mungkin bukan hal yang harus dipermasalahkan. Selain itu, tak ada aturan yang melarang orang Jakarta menjadi calon gubernur Jabar. Tak bisa dapat Monas, Gedung Sate pun jadi.