Bogor, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali melontarkan kecaman terhadap pihak-pihak yang berupaya mengeksploitasi kemiskinan dalam tema kampanyenya.

Pernyataan keras Presiden itu disampaikan saat berbicara di depan ribuan warga yang berkumpul di lapangan Desa Kertamaya, Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/3). Di desa itu Presiden yang didampingi Ny Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri meninjau realisasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.

Dalam pernyataannya, Presiden mengecam upaya penggunaan data Bank Dunia, upaya memperdagangkan kemiskinan untuk kepentingan politik, serta upaya memprovokasi rakyat dengan data itu.

”Jangan hanya pandai mencerca dan memprovokasi rakyat. Betuuul? Kalau punya uang berlebih, serahkan kepada rakyat. Itu baru tokoh dan pemimpin sejati karena ikhlas dan sayang kepada rakyatnya,” ujar Presiden disahut teriakan ”betuuul” dan tepuk tangan.

Dalam pernyataannya itu Presiden tidak menyebut nama pihak yang dimaksud.

Presiden yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat mengemukakan, rakyat miskin akan tersinggung jika kemiskinannya hanya dijadikan alat politik.

Terkait soal penggunaan data Bank Dunia, Presiden mengatakan, Indonesia sejak 30 tahun terakhir mengukur angka kemiskinan dengan data Badan Pusat Statistik. Penggunaan data Bank Dunia dinilai sebagai sikap tidak konsisten dan tidak konsekuen.

Presiden menegaskan, angka kemiskinan versi BPS terus turun dalam 10 tahun terakhir. Presiden mengakui, kemiskinan naik pada tahun 2006 karena kenaikan harga bahan bakar minyak.

Menurut catatan Kompas, ini yang kedua kalinya Presiden melontarkan kecaman soal ”eksploitasi data kemiskinan” itu.

Di tengah mulai panasnya suhu politik 2008 dan akan memuncak pada Pemilu 2009, Presiden berpesan agar semua kepala daerah dan semua pemimpin menahan diri. Presiden ingin demokrasi tumbuh tanpa merusak keamanan, stabilitas, dan ketenteraman yang ada.

Kepada menterinya yang berasal dari sejumlah partai politik, Presiden mempersilakan mereka ikut serta menyukseskan Pemilu 2009 bersama partainya asal proporsional. ”Meski tahun 2008 tahun politik dan tahun 2009 tahun pemilu, jangan melupakan tugas pemerintahan,” katanya. (INU)