WATES, MINGGU– Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI Hidayat Nur Wahid menepis rumor pemasangan dirinya dengan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden-wakil presiden 2009.

“Saya rasa terlalu dini membicarakan wacana koalisi calon presiden dan wakil presiden. Masing-masing partai politik masih harus melihat dulu bagaimana hasil perolehan suaranya dalam ajang pemilihan legilatif sebelum mengajukan calon,” kata Hidayat di Kulon Progo, DIY, Minggu (27/4).

Ditemui usai berdialog dengan warga Kulon Progo dalam acara perayaan Milad ke-10 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat mengatakan bahwa wacana pencalonan dirinya tersebut digulirkan oleh Ketua Fraksi Golkar DPR Priyo Budi Santoso. Meskipun demikian, Hidayat menilai pengguliran wacana ini sah dalam suasana kebebasan demokrasi.

Menurut Hidayat, PKS baru akan menentukan calon presiden atau wakil presiden jika berhasil meraih 20 persen suara dari hasil pemilu legislatif. Selama hal tersebut belum tercapai, maka tidak ada wacana apa pun terkait pengajuan anggota partai sebagai capres-cawapres 2009.

Secara pribadi, Hidayat lebih setuju bila bukan dirinya yang dicalonkan, melainkan pucuk-pucuk pimpinan PKS. Dalam hal ini nama Tifatul Sembiring sebagai Presiden PKS dan Anis Matta yang menjabat Sekretaris Jenderal PKS disebut Hidayat lebih pantas diajukan sevagai capres atau cawapres. “Keduanya merupakan tokoh muda, yang enerjik, dan berkualitas, sehingga layak diajukan PKS menuju pemilihan pesiden 2009,” demikian tegasnya.

Meskipun mendukung tokoh-tokoh politik muda untuk maju, Hidayat mengaku tidak setuju dengan wacana dikotomi antara generasi tua dan muda sebagai capres. Apabila hal semacam ini dipermasalahkan, maka hanya akan melahirkan perdebatan panjang mengenai pandangan bahwa generasi yang satu tidak lebih baik dari generasi yang lain.

Hidayat mengimbau siapa saja untuk tidak segan maju dalam pencalonan presiden. “Mereka tidak perlu mengandalkan usia, melainkan lebih pada kualitas, kapabilitasn, dan kemampuan diri untuk memberi kontribusi terhadap rakyat. Itu yang lebih penting,” ujar Hidayat.

Di sisi lain, Hidayat tetap menilai positif wacana koalisi capres-cawapres. Apabila dikaji secara produktif, wacana ini akan meningkatkan kualitas berdemokrasi partai, sekaligus mematangkan kesiapan dari para kandidat partai untuk menjadi lebih profesional. Dengan begitu, masyarakat akan memiliki banyak alternatif untuk dipilih.