BANDUNG, RABU – Kenaikan harga bahan bakar minyak berpotensi memperbesar sikap apatis masyarakat dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Bandung Barat. Oleh karena itu, pasangan dan partai politik pendukungnya harus cerdas dalam menyampaikan aspirasinya guna menekan sikap apatis itu.

Demikian dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung M Budiana, Rabu (14/5), setelah penetapan nomor urut calon bupati dan wakil bupati Bandung Barat di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak bisa membuat masyarakat semakin apatis. Masyarakat enggan memilih karena yakin siapapun pemimpinnya tidak akan merubah nasibnya.

Oleh karena itu, ia meminta pada calon bupati dan partai pendukungnya untuk lebih cerdas menyampaikan progra m pada masyarakat. Tidak sekedar menebar janji atau melakukan kampanye konvensional, seperti acara musik sebagai sajian utama.

Diharapkan, calon yang maju menyampaikan misi yang cerdas. Namun, jangan sampai misi itu hanya jadi sebuah janji. Mereka harus punya komitmen menepatinya, katanya.

Hal lain dikatakan Anggota KPU Jawa Barat Memet Akhmad Hakim. Menurut Memet , kenaikan bahan bakar minyak bisa memberikan dua kemungkinan. Bisa menimbulkan sikap apatis atau justru membangkitkan niat masyarakat memilih pemimp in yang bisa mengubah kehidupannya. Oleh karena itu, ia juga mengharapkan pasangan calon dan partai pendukungnya berhenti memberikan janji pada calon pemilih.

Permasalahan pemilihan tingkat kabupaten atau kota akan lebih komplek. Kekecewaan yang dirasakan masyarakat bukan hanya imbas kejadian nasional , seperti saat ini kenaikan bahan bakar minyak. Banyak persoalan di daerahnya, seperti jalan rusak, yang langsung dirasakan masyarakat, kata Memet.

Akan tetapi, baik Budiana dan Memet mengatakan hal itu juga menjadi tanggung jawab KPU di Kabupaten atau Provinsi. Anggota KPU juga harus aktif dalam melakukan sosialisasi. Salah satunya, memperbaiki daftar pemilih tetap.

Sebelumnya, di tempat yang sama, KPU Kabupaten Bandung menetapkan nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Bandung Barat. Pasangan Agus Yasmin dan Haris Yuliana mendapatkan nomor urut satu. Sedangkan pasangan Abubakar dan Ernawan Natasaputra mendapatkan nomor urut dua.

Menurut Agus, ia bersyukur tahapan pemilihan bisa sejauh ini bisa berjalan dengan baik. Dengan penetapan ini, pihaknya akan fokus dalam kampanye yang diselenggarakan tanggal 22 Mei 2008.

“Nanti saya akan fokus masalah pembangunan irigasi teknis di Cidadap dan Cibeureum. Selain itu, target saya adalah memperbaiki jalan desa di Kabupaten Barat dalam jangka waktu dua tahun,” kata Agus.

Sementara itu, menurut Abubakar, meski sudah mendapatkan nomor urut, bukan berarti pekerjaan sudah selesai. Ini dikatakannya baru awal untuk semakin fokus mempersiapkan kampanye yang cerdas bagi masyarakat.

Cornelius Helmy Herlambang