Denpasar (Bali Post) –
Jajaran Univ. Pendidikan Nasional (Undiknas), Minggu (18/5) kemarin, menghadirkan pengamat ekonomi Dr. Rizal Ramli. Rizal Ramli didaulat menjadi pembicara pada seminar ”Kanaikan BBM, Inflasi terhadap Perkembangan UKM”. Dalam konsidi ekonomi saat ini, kata dia, nasib rakyat sudah babak belur. Mereka tak pernah menikmati stabilitas harga sembako. Makanya ia mengatakan kenaikan BBM ini akan membuat rakyat makin babak belur.

Pada acara yang dipandu Deputi Rektor I Undiknas Prof, Dr. I.B. Raka Suardhana, S.E., M.M., Rizal Ramli membeberkan kesalahan pemerintah sampai menaikkan harga BBM. Rencana ini dia nilai bukan solusi, namun menjerat rakyat. Ia mengatakan ada cara lain untuk menyelamatkan APBN dari kenaikan harga minyak dunia. Makanya ia sampai menantang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama menterinya untuk diskusi terbuka dengan rakyat mencari alternatif lain.

Mantan Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid ini menegaskan Indonesia sebenarnya menikmati keuntungan dari kenaikan harga minyak dunia. Masalahnya, produksi minyak kita saat ini anjlok 300 barel/hari. ”Kita tak tahu apa yang terjadi di Pertamina,” ujarnya.

Kritik Pertamina

Rizal Ramli yang juga Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia (KBI) juga mengkritik tak efisiennya PLN dan Pertamina. Kehilangan PLN di jalur transmisi saat ini tertinggi di Asia yakni 11 persen. Sementara biaya produksi BBM di Pertamina tergolong paling boros di dunia, apalagi banyak unsur KKN-nya. Ini menandakan SBY tak mampu menekan efisiensi di dua BUMN itu. ”Saya heran, justru SBY memilih cara paling gampang memotong subsidi,” ujarnya.

Cara lainnya yakni pemerintah bisa mencabut sementara pembagian keuangan kepada daerah penghasil BBM, menghapus subsidi kepada bank ritel yang nilainya Rp 35 trilyun. Pemerintah bisa negosiasi dengan negara kreditor. Sebab, bunga kreditnya mencapai 25 persen dari APBN. Soal dia dicurigai menggerakkan aksi mahasiswa, Rizal Ramli mengaku justru berterima kasih kalau Ketua BIN sampai menyebut namanya.

Ketua Umum Perdiknas A.A. Dr. IG Oka Suryadinatha Gorda, S.E., M.M. mengungkapkan Rizal Ramli selain dikenal kritis, idenya juga banyak pro rakyat kecil. Makanya Undiknas berbangga dengan kehadiran Rizal Ramli untuk dijadikan momentum kebangkitan Koperasi Undiknas. ”Kita perlu second opinion soal rencana kenaikan BBM,” ujarnya. (025)