KEBUMEN, SABTU-Selama dua hari belakangan ini, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri aktif memperkenalkan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan, kepada kalangan nelayan di Cilacap, dan kalangan petani, buruh, dan pedagang di Banyumas, Banjarnegara, dan Kebumen. Megawati berpesan agar seluruh kader PDI Perjuangan maupun masyarakat Jateng yang menginginkan perbaikan perekonomian, memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Bibit Waluyo dan Rustriningsih.

Dalam setiap kali menyampaikan pesannya itu, Megawati selalu menggandeng pasangan calon gubernur dan wakil gubernur tersebut. Baik Bibit maupun Rustri, diperkenalkan sebagai orang yang ikut memajukan Jateng. Bibit diperkenalkan sebagai purnawirawan TNI yang pernah menjabat sebagai Panglima Daerah Militer Diponegoro, Jateng, sedangkan Rustriningsih hingga saat ini masih menjabat sebagai Bupati Kebumen.

Namun sebelum menyampaikan pesannya itu, Megawati selalu mendahuluinya dengan mendengarkan aspirasi dari masyarakat terkait kondisi ekonomi Indonesia belakangan, terutama soal rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM.

Terkait isu itu pula, setelah berkeliling berkeliling Pasar Wonokriyo di Gombong, Kabupaten Kebumen, pada Sabtu (17/5) kemarin, Megawati berpesan agar masyarakat maupun pedagang di Kebumen dapat ikut mendukung kemenangan Bibit-Rustri dalam Pemilihan Gubernur Jateng pada 22 Juni mendatang. “Agar perekonomian Jateng berubah, bapak dan ibu harus mau membantu memilih Pak Bibit dan Bu Rustri,” katanya

Sebelumnya pada hari Jumat, di Cilacap, kalangan nelayan menginginkan agar harga BBM tidak dinaikkan. Karena itu pula, mereka meminta agar Megawati dapat mencalonkan diri lagi sebagai Presiden.”Kami ingin agar ibu bisa kembali mencalonkan diri sebagai presiden. Tapi kalau ibu menjadi presiden, jangan sampai menaikkan harga BBM seperti sekarang,” ujar Darman, salah seorang nelayan di Cilacap.

Menanggapi permintaan tersebut, Megawati mengutarakan agar dukungan itu tak hanya saat ini, melainkan juga hingga pemungutan suara. “Jangan sampai dukungan ini hanya diomongan. Seperti pada Pemilu 2004 lalu, ternyata kekurangan suara akibat suara dari kaum ibu masih belum optimal. Kaum ibu masih lebih banyak mendukung calon lelaki, karena parasnya,” ujarnya.

Karena itu pula, dia meminta agar para nelayan Cilacap dapat memberikan suaranya bagi pasangan Bibit-Rustri. “Kalau ingin saya menjadi presiden, bapak dan ibu harus lebih dulu mendukung Pak Bibit dan Bu Rustri sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah,” tandasnya.

Kendati demikian, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, kunjungan Megawati di Jateng adalah untuk silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat. “Ibu Mega datang untuk menyerap aspirasi masyarakat, terutama kondisi ekonomi belakangan ini,” ucapnya.

Sejumlah ketua panitia pengawas pemilu yang daerahnya dikunjungi oleh Megawati juga menyatakan, kegiatan yang terkesan berkampanye itu belum termasuk pelanggaran karena masih sebatas memperkenalkan. Seperti diutarakan Ketua Panwas Pemilu Banyumas Triwuryaningsih, kedatangan Megawati di Banyumas hanya sebatas memperkenalkan calon gubernur dan wakil dari PDI Perjuangan. Begitu juga yang diutarakan Ketua Panwas Pemilu Kebumen Komper Wardopo. “Dari kedatangan Megawati itu, tak ditemukan adanya pelanggaran,” ujar Wardopo. (MDN)