Penulis : Markus Junianto Sihaloho
JAKARTA–MI: Proses Pemilihan Umum 2009 terancam mogok. Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang mestinya mengumumkan daftar parpol yang lolos verifikasi administrasi awal, ternyata tak melakukannya.

Menurut Direktur Lingkar Madani Ahmad Fauzi alias Ray Rangkuti, tidak diumumkannya parpol yang lolos verifikasi administrasi awal semakin menunjukkan buruknya manajemen proses pemilu. Bukan kali ini saja jadwal kerja tak ditepati oleh KPU saat ini.

“Pelaksanaan pemilu 2009 terancam karena banyak aturan dalam pelaksanaan pemilu yang tak tepat waktu, dari hal kecil sampai yang besar,” kata Ray Rangkuti saat dihubungi di Jakarta, rABU (21/5).

Dia mencontohkan keterlambatan KPU lainnya semacam pembentukan panwas daerah, pembentukan sekretariat KPU, hingga keterlambatan penentuan anggota KPUD. Untuk yang terakhir, KPU semestinya mengumumkan pada Jumat (16/5) lalu. Namun pleno KPU baru selesai pada Rabu (21/5).

Ray melanjutkan selama ini terkesan KPU justru sangat santai menghadapi menumpuknya pekerjaan yang harus diselesaikan. Padahal, menurut dia, terlambatnya sebuah proses akan berpengaruh terhadap proses selanjutnya. Karena itulah dia lalu berkesimpulan proses pemilu 2009 bisa jadi terhenti di tengah jalan karena leletnya anggota KPU.

“Ini membuat kita jadi bertanya-tanya, apakah KPU sekarang ini serius melakukan proses pemilu atau tidak,” tegasnya.

Bukan hanya itu saja, kata Ray, perilaku KPU yang selalu tidak tepat jadwal akan menjadi preseden bagi setiap stakeholder untuk tidak mematuhi jadwal maupun aturan.

“Jadi kalau ada parpol yang telat menyerahkan berkas misalnya, mereka akan bisa katakan, wong KPU saja telat,” bebernya.

Anggota KPU yang mengurusi Pokja pendaftaran dan verifikasi parpol peserta pemilu, Andi Nurpati mengatakan pihaknya sudah mendapat laporan pelaksana verifikasi parpol. Menurut dia dalam laporan itu disampaikan proses verifikasi sudah selesai hingga kurang lebih 85 persen.

“Kami beri waktu paling lama dua hari untuk penyelesaiannya. Mudah-mudahan selesai,” ujar Andi di Jakarta.

Dia melanjutkan proses verifikasi yang paling berat adalah verifikasi keanggotaan parpol. Karena jumlah kartu anggota parpol yang harus dicek tak sedikit. “Sehingga keputusan pleno KPU, penyelesaian verifikasi administrasi parpol akan dibagi dua tahap. Tahap I adalah penelitian yang bersifat umum, tahap kedua mengenai keanggotaan,” ujar dia.

Dalam satu hingga dua hari mendatang, lanjutnya, KPU akan mengirimkan surat kepada parpol yang sudah mendaftar khususnya yang memiliki permasalahan untuk melaksanakan perbaikan. “Tadi masalah yang muncul di parpol, disampaikan itu misalnya keanggotaan. Karena kan sekarang sudah sistem komputer,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menyampaikan jadwal verifikasi parpol peserta pemilu 2009. Setelah pendaftaran parpol peserta pemilu ditutup pada 12 Mei 2008, KPU akan melakukan verifikasi administrasi parpol hingga 21 Mei 2008. Pada tanggal itu, KPU akan mengumumkan hasil seleksi administrasi awal. Bagi parpol yang kelengkapannya kurang, KPU akan meminta perbaikan selama satu minggu. Setelah itu, KPU akan mengecek ulang hasil perbaikan, lalu mengumumkan daftar parpol yang lolos administrasi pada 30 Mei 2008. Dari situ, KPU akan melakukan verifikasi faktual parpol hingga diumumkan daftar parpol peserta pemilu 2009 pada 4-5 Juli 2008.

Ray Rangkuti pun menegaskan keterlambatan KPU mengerjakan proses pemilu 2009 tak bisa ditolerir lagi. Karenanya dia mengusulkan adanya perbaikan manajemen kerja di KPU dari manajemen paguyuban menjadi manajemen organisasi tertata.

“Manajemen paguyuban itu mereka bertindak seolah-olah tak ada masalah. Selain itu, satu pekerjaan dikerjakan bersama-sama, tak ada pembagian kerja jelas. Ini harus diubah,” tandas dia.

Selain itu, anggota KPUD yang terpilih harus segera diaktifkan ditambah segera dibentuknya sekretariat KPU. Menurutnya, sekretariat akan berfungsi memperjelas serta membatu pelaksanaan tugas-tugas KPU. “Jadi nanti semuanya bisa diselesaikan sesuai jadwal yang ada,” imbuh dia. (Mjs/OL-03)