Penulis : Joseph Wisnu Cipto Nugoho
JAKARTA–MI: Bawaslu menegaskan akan menindaklanjuti laporan parpol yang belum menerima surat pemberitahuan KPU untuk melengkapi berkas administrasi. Hal yang sama juga berlaku bagi laporan adanya berkas parpol yang belum diperiksa hingga hari ini.

“Bawaslu akan segera berkomunikas denga KPU untuk merunut dan mengecek kebenaran laporan itu,” kata Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini kepada Media Indonhesia di Jakarta, Jumat (23/5).

Hidayat menegaskan selama ini Bawaslu mengawasi langsung proses verifikasi administrasi yang dilakakukan di KPU. Meski demikian, ia mengaku belum menerima laporan bahwa ada parpol yang mengaku belum menerima surat pemberitahuan dari KPU atau adanya berkas parpol yang tidak diperiksa.

“Tugas Bawaslu kan mengawasi semua proses pemilu termasuk verifikasi di KPU. Untuk itu kami sudah membentuk Pokja Khusus pengawasan Verifikasi di bawah Ibu Tio (SF Agustiani Tio FS),” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Pengawasan Verifikasi Bawaslu SF Agutiani Tio SF juga menyatakan belum mendapat laporan serupa dari parpol. Namun, ia mengakui bisa memahami kekhawatiran parpol jika belum menerima surat pemberitahuan dari KPU. Pasalnya, KPU menegaskan hanya memberi batas waktu hingga 29 Mei 2008 bagi parpol untuk melengkapi berkas yang kurang itu. “Waktu bagi parpol untuk melengkapi memang semakin pendek,” tegasnya.

Meski demikian, ia menilai tidak ada upaya sistematis dari KPU untuk menggagalkan proses verifikasi parpol tertentu. “Ini hanya karena kendala waktu dan tenaga KPU yang terbatas,” kilahnya.

Akan tetapi, ia menegaskan Bawaslu akan segera meminta KPU untuk mengklarifikasi atas keluhan parpol tersebut. “Secepatannya setelah saya sampai Jakarta. Saya akan meminta KPU untuk melaksanakan verifikasi secara cepat dan benar,” tegasnya saat dihubungi di Bengkulu karena sedang melaksanakan fit and proper test terhadap calon anggota Bawaslu Daerah.

Sebelumnya, salah satu Pengurus Partai Reformasi Andi menyatakan partainya belum menerima surat pemberitahuan dari KPU. Ia bahkan datang ke KPU untuk menanyakan karena berdasarkan keterangan KPU semua surat sudah dikirimkan ke para partai, Jumat ini. Namun, saat bertanya ke KPU dirinya tidak mendapat jawaban yang memuaskan.

“Saya sudah cek ke bagian surat menyurat (KPU) tapi mereka bilang belum ada. Malah waktu saya tanya ke Pokja Verifikasi mereka jawab belum tahu apa berkasnya (Parta Reformasi) sudah dibuka,” ungkapnya kepada Media indonesia di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (23/5). (NU/OL-03)