SAMARINDA, SENIN – Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur mungkin berlangsung dua putaran. “Menurut survei kami, tak ada calon yang berhasil meraih suara hingga 30 persen sehingga tampaknya akan ada putaran kedua,” kata Direktur Riset PT Lingkaran Survei Indonesia, Eka Kusmayadi, di Kota Balikpapan, Senin (26/5).

Pilkada Kaltim diikuti empat pasangan yakni: Awang Faroek Ishak-Farid Wadjdy atau Afi bernomor 1, Nusyirwan Ismail-Heru Bambang atau Nusa bernomor 2, Achmad Amins-Hadi Mulyadi atau Ahad bernomor 3, dan Jusuf Serang Kasim-Luther Kombong atau Julu bernomor 4.

Menurut hasil penghitungan cepat PT LS, Afi mendapat 28,81 persen suara. Nusa mendapat 19,50 persen suara. Ahad mendapat 26,99 suara. Julu mendapat 24,69 persen suara. Tingkat partisipasi pemilih diperkirakan 68,04 persen.

Ketua KPU Kaltim, Jafar Haruna, mengatakan, putaran kedua amat dimungkinkan sebab acuan pilkada ialah UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Kesamaan kedua aturan itu calon kandidat yang mendapat separuh lebih total suara sah otomatis dinyatakan pemenang.

Namun, bila tak ada calon yang sanggup memenuhi itu maka berlaku syarat berikutnya. UU 32/2004 mensyaratkan pemenang pilkada bisa berasal dari pasangan yang memeroleh 25 persen lebih total suara sah. Namun, UU 12/2008 mensyaratkan 30 persen lebih.

Pelaksanaan pencoblosan berlangsung di 6.566 TPS di 14 kota dan kabupaten. KPU juga menyiapkan TPS khusus di rumah sakit, bandar udara, pelabuhan, dan rumah tahanan. Sebanyak 2.255.409 orang atau tujuh dari sepuluh warga provinsi berhak memilih pemimpin baru.