JAKARTA–MI: Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap hanya mengakui perhitungan suara yang dilakukan Plt KPU Maluku Utara Muklis Tapitapi karena dinilai memenuhi prosedur yang benar.

“Kita melihat dan menyaksikan, prosedur yang benar menurut peraturan UU dan peraturan KPU, adalah yang dilaksanakan oleh pelaksana tugas Ketua KPU Malut,” kata Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary di Jakarta, Selasa (3/6).

Berdasarkan perhitungan suara ulang Plt KPU Malut Muchlis Tapitapi di Kabupaten Halmahera seperti diputuskan MA, pasangan Abdul Gafur-Abdurrahim Fabanyo memenangkan Pilkada Malut yang didukung Partai Golkar menganulir keputusan KPU Malut yang memenangkan Thaib Armayn-Abdul Gani Kasuba yang didukung Partai Demokrat. “Sikap kita tidak berubah,” tegasnya.

KPU tutur Hafiz, sudah melakukan tugas sesuai peraturan perundang-undangan dan melaksanakan putusan MA. “Bahwa orang yang melaksanakan sudah kita tunjuk secara resmi. Artinya tugas dan kewajiban KPU untuk memberikan supervisi dan melaksanakan keputusan MA sudah dilaksanakan,” terangnya.

Namun Hafiz tidak secara tegas menyatakan keputusan Mendagri tidak tepat. “Tapi KPU hanya mengakui perhitungan suara yang dilakukan oleh pelaksana tugas yang resmi ditunjuk KPU dengan prosedur yang benar,” cetusnya.

Lebih lanjut Hafiz menyatakan kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan seorang gubernur ada di tangan Presiden. “Saya kira Bapak Presiden akan bijaksana mengambil keputusan. Yang jelas, prosedurnya, pemilihan kepala daerah sudah dilaksanakan,” tambahnya. (Fud/OL-06)