Denpasar (Bali Post)
Sebagai pendatang baru pada Pemilu 2009 mendatang, Partai Hanura optimis akan meraup suara signifikan. Masyarakat diyakini akan menjatuhkan pilihan, mengingat hanya Partai Hanura yang dalam pengabdiannya mengedepankan hati nurani rakyat. Hal itu dikatakan Ketua DPC Partai Hanura Badung Drs. Wayan Reta, S.H., M.M. pada acara Diklat dan Rapincab, Minggu (15/6) kemarin.

Reta menyatakan optimis secara perlahan-lahan Partai Hanura di Kabupaten Badung bisa menjadi besar. Masyarakat saat ini sudah jenuh terhadap partai yang tidak berpihak pada kepentingan hati nurani rakyat. Lahirnya Partai Hanura yang berani mempergunakan hati nurani rakyat, seyogianya tampil beda dengan selalu bersikap cerdas, berani untuk menyuarakan sejatinya penderitaan rakyat di Kabupaten Badung yang memiliki PAD Rp 1,2 trilyun.

Keberadaan Partai Hanura di Kabupaten Badung, lanjut Reta, juga didukung kualifikasi pendidikan pengurus dan kader partai. Kader Partai Hanura yang duduk di struktur PAC dan DPC sebanyak 157 kader atau kategori formasi sangat gemuk. Dari sisi tingkat pendidikan hanya enam orang yang tidak menempuh pendidikan S-1, bahkan ada beberapa di antaranya berpendidikan magister. ‘Kami juga diperkuat enam pengurus pensiunan menengah ke atas,’ jelas Reta.

Mengenai sosok yang menjadi idola Partai Hanura, menurut Reta, adalah para kader yang memiliki tiga ranah kecerdasan. Di antaranya kecerdasan spiritual, artinya semua kader haruslah memiliki prinsip berjuang dan berdoa. Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang, kecuali orang itu yang melakukannya. Kecerdasan intelektual, artinya kader Partai Hanura tidak pernah takut menghadapi masalah. Seorang kader diharuskan mampu memecahkan sekaligus menyelesaikan masalah itu. Kecerdasan emosional, artinya kader Hanura haruslah memiliki sifat pengendalian diri yang tinggi di dalam menghadapi kesulitan.

‘Hanura terbuka bagi siapa saja. Hanya yang perlu diingat, bergabung sama Hanura jangan harap mencari kekayaan materi. Kader haruslah memiliki kekayaan batin di dalam merespons hati nurani rakyat,’ katanya. Juga ditekankannya, seorang kader Hanura haruslah memiliki sifat atau jurus ‘T’. Pertama Tanggap, kader haruslah tanggap terhadap penderitaan rakyat. Kedua Tangguh, kader haruslah sigap dan jangan cepat frustrasi ketika menghadapi sebuah masalah. Ketiga Tanggung Jawab, kemampuan kader akan diukur dengan tanggung jawabnya dalam membesarkan partai. Maka dari itu, Partai Hanura dalam pengabdiannya kepada masyarakat menggunakan slogan ‘Rawe-rawe Rantas Malang-malang putung’.

Rapim dan Diklat melibatkan unsur pimpinan Partai Hanura DPC dan semua PAC di Kabupaten Badung. Pembekalan selain diberikan pengurus internal Partai Hanura sendiri, juga melibatkan KPUD Badung dan instansi lainnya. (015/*)