UNGKAPAN itu disampaikan pengacara kondang OC Kaligis di hotel Singaraja Indah Buleleng, beberapa waktu lalu. ‘Saya ini kader Golkar, tetapi saya memilih Winasa dan jika saya Megawati, saya pilih Winasa sebagai cagub Bali,’ tandas Kaligis mantap.

Tambah Kaligis, sebagai kader Golkar saya bisa pertanggungjawabkan keputusan saya, dan bagi teman-teman PDI-P sangat disayangkan mengapa kadernya yang sudah terbukti di seluruh Indonesia kok ditinggalkan. Lanjut Kaligis, bagi saya sederhana saja, kenapa pilih Winasa? Winasa menyediakan sesuatu yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, pendidikan dan kesehatan gratis.

Tambah Kaligis, saat dirinya berkunjung ke lokasi Pemkab Jembrana, ada papan yang bertuliskan ‘Anda Masuk Wilayah Bebas Pungli’. Ini bukti kongkret, Winasa berkomitmen dalam pemberantasan korupsi. Menurut Kaligis, keberhasilan Winasa dalam pencegahan korupsi merupakan pintu masuk keberhasilan di bidang lainnya. Sebab, dengan demikian APBD Jembrana yang relatif kecil, dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, utamanya untuk membebaskan biaya pendidikan dan kesehatan serta mengentaskan kemiskinan.

Kata Kaligis, keberhasilan Winasa sudah diakui secara nasional, sudah ratusan pemerintah kabupaten/kota dari seluruh Indonesia, juga departemen dari Jakarta serta lembaga independen, perguruan tinggi telah berkunjung ke Jembrana untuk belajar dari Winasa. ‘Saya tidak habis pikir, figur yang sudah terbukti dan diakui di seantero Indonesia, sangat disayangkan kalau nantinya masyarakat Bali tidak memanfaatkannya,’ karanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Karangasem Kari Subali menyatakan dirinya sangat mengharapkan proses pilkada yang sudah berlangsung aman dan damai sampai hari ini, dapat terus berlanjut sampai pada hari H nya yaitu tanggal 9 Juli. Tambah Subali, dalam berdemokrasi berbeda pilihan adalah sah-sah saja. Jangan karena kita berbeda pilihan, menjadi ajang adu domba oleh oknum-oknum politik kelas tinggi. Lanjut Subali, masyarakat Bali khususnya di Karangasem harus jeli memilih, yang terbaik di antara ketiga kandidat cagub Bali.

Sementara itu, tokoh masyarakat Buleleng Km. Sudarmaja Duniaji mengatakan, sejak dulu dirinya telah mengikuti sepak terjang figur Winasa. Sejak tahun 2001, Winasa adalah bupati pertama di Indonesia yang membebaskan biaya pendidikan mulai SD s.d. SMA/SMK. Kemudian diikuti dengan bebas biaya berobat di puskesmas dan rumah sakit dan masih banyak terobosan inovatif dalam rangka menyejahterakan rakyatnya.

Atas dasar itu, terkait Pilgub Bali, dirinya sangat antusias mengusung pasangan Win-Ap, apalagi pasangan ini menawarkan sesuatu yang benar-benar merupakan kebutuhan masyarakat yaitu program 5 bebas, ujar Danuaji. ‘Saya dari pemilu ke pemilu sejak era orde baru, tetap memilih PDI-P, dalam pilpres terakhir pun saya masih memilih Megawati. Namun dalam Pilgub Bali nanti, jujur saya katakan, demi istri, anak cucu, saya jatuhkan pilihan ke Winasa,’ tandas Duniaji.

Yang menarik, apa yang dikatakan kader PDI-P Klungkung I Ketut Sutarjana alias Notes. Meskipun sudah terjadi, masih tersisa tanda tanya besar dalam dirinya, mengapa PDI-P mengabaikan figur sedahsyat Winasa. Sejatinya, yang harus memimpin Bali ke depan adalah kader PDI-P yang sesungguhnya. ‘Menurut saya, Winasa adalah kader PDI-P yang sesungguhnya sekaligus figur yang mampu, bermutu dan telah terbukti dalam menata pemerintahan,’ tandas Notes, pengurus Ranting PDI-P Desa Sampalan Klod, Dawan Klungkung.

Namun, bagi dirinya, masyarakat Bali belum terlambat, masih ada kesempatan untuk menentukan yang terbaik untuk Bali ke depan, dengan mengesampingkan ego partai tetapi mengacu kepada figur yang mampu dan telah terbukti, ujar Notes. Lanjut Notes, ia sangat menyayangkan proses pembodohan masyarakat yang sedang berlangsung, dalam artian ada iklan layanan masyarakat yang pada intinya sangat memojokkan salah satu kandidat.

Putu Agus Suastika, Ketua Bali Harmoni, mengatakan ada temuan surveai yang membuka peluang untuk kemenangan pasangan Win-Ap. Menurut Suastika, hasil survai lembaga terkenal di Indonesia yaitu LSI (Lembaga Survai Indonesia) dan Pusdeham, mengemukakan data yang sama, yaitu ada tiga masalah terbesar yang mendesak dan diinginkan oleh masyarakat Bali untuk dituntaskan oleh gubernur terpilih.

Lanjut Suastika, tiga masalah itu adalah biaya pendidikan, biaya kesehatan dan pengangguran serta kemiskinan. ‘Atas dasar temuan ini, saya yakin peluang Win-Ap menang sangat besar. Program 5 bebas yang ditawarkan Win-Ap sangat cocok dengan hasil temuan tersebut, untuk itu saya mengimbau seluruh masyarakat Bali khususnya simpatisan Koalisi Bali Harmoni agar coblos nomor 1,’ tandas Suastika.

Sementara itu, Winasa yang baru kembali dari Jakarta setelah tampil di TV swasta, menyatakan dirinya tidak ingin berpikir ke belakang, yang sudah terjadi biarlah terjadi. ‘Di akhir hari kampanye, saya mengimbau seluruh relawan Win-Ap dan tim kampanye pada waktunya nanti agar menurunkan semua atribut kampanye, dan siap mengawal proses pemungutan suara di TPS,’ ujar Winasa. (r/*)