Penulis : Kennorton Hutasoit
MEDIA/Agustanto

JAKARTA–MI: Pengamat politik UI Abi Sanit mengatakan golput juga hak rakyat. Rakyat berhak untuk golput dan itu menjadi pilihan rakyat ketika penguasa, parpol, dan lembaga Negara tidak bisa memberikan prospek kesejahteraann bagi rakyat.

“Kalau ada orang atau penguasa yang memaksakan rakyat harus memilih, apalagi dengan pernyataan golput itu bukan warga negara Indonesia, mereka berarti tidak memahami arti demokrasi. Kalau Megawati Soekarnoputri yang menyatakan itu, berarti dia diktator. Kalau memaksa rakyat harus memilih berarti saja sama dengan pemerintahan otoriter yang berkuasa dulu,” katanya.

Arbi mengatakan kalau rakyat tidak mau memilih jangan salahkan rakyat. “Salah penguasa dan parpol itu sendiri tak mampu meyakinkan rakyat. Kalau pemimpin dan parpol tak memberi prospek, dan korupsi berjamah tetap marak, bagaimana mungkin rakyat mau memilih.”

Menurutnya, Golput itu salah satu cara rakyat untuk mendidik penguasa dan parpol, karena rakyat harus bertanggungjawab untuk tidak memilih ketika penguasa, parpol, dan lembaga Negara bobrok,” katanya. Golput juga perlawanan terhadap kebobrokan penguasa.(KN/OL-2)