KETUA DPD PDI Perjuangan Bali Cok. Ratmadi mengajak seluruh pendukung pasangan calon Made Mangku Pastika-Puspayoga untuk lebih waspada pada hari-hari menjelang hari ‘H’ pencoblosan Pilkada Bali pada Rabu (9/7).Berbagai polling telah menempatkan pasangan Mangku Pastika-Puspayoga sebagai pasangan yang paling unggul. Menurut Cok. Ratmadi, hal itu justru harus membuat para kader PDI Perjuangan, relawan Bali Mandara, serta pendukung Mangku Pastika-Puspayoga lainnya makin waspada. ‘Menjelang hari H, seharusnya bekerja makin keras,’ paparnya.

Kewaspadaan juga harus ditingkatkan karena pihak lawan kini mulai mengeluarkan jurus-jurus rahasia. Cok. Ratmadi melihat ada dua skenario yang telah dan sedang digunakan pihak lawan untuk menjebol dukungan masyarakat Bali kepada Mangku Pastika-Puspayoga.

‘Yang pertama adalah melalui kupon undian berhadiah yang disebar di berbagai daerah basis Pasti-Yoga, seperti Buleleng, Karangasem, Bangli, Gianyar, Tabanan dan Denpasar,’ ujarnya. Cok. Ratmadi menyebut kupon undian itu sebagai kupon bodong karena kupon tidak mencantumkan izin undian dari Departemen Sosial maupun alamat penyelenggaranya. ‘Artinya, akan susah untuk meminta pertanggungjawaban kalau penyelenggaranya ingkar janji,’ ujar Ratmadi.

Di kupon dicantumkan nama penyelenggara (Komunitas Kebangsaan), foto sembilan mobil berjejer, serta kata-kata satu nusa, satu bangsa, bersatu untuk maju. Semua kata satu diberi garis bawah.

Tim investigasi Pasti-Yoga menemukan bahwa kupon-kupon undian itu kini disebarkan bersama kartu nama salah satu kandidat. Orang-orang yang menyebarkan kartu undian tersebut menjanjikan bahwa hadiah sembilan mobil itu hanya akan diundi jika calon yang bersangkutan menang dalam pilkada mendatang. ‘Kalau memang tulus ingin memberi bantuan mobil ya… harusnya berikan saja langsung. Kenapa harus diundi dulu, kenapa harus menunggu terpilih sebagai gubernur? Ini namanya kan ngentungang blakas matali,’ sindir Ratmadi.

Kata Ratmadi, berdasarkan informasi hingga Jumat lalu telah dicetak 1,6 juta lembar kupon. Saat ini sedang dilakukan pencetakan tambahan kupon sejumlah 600 ribu lembar. Tim itu menargetkan 10-20 persen dari seluruh penerima kupon akan mau mengalihkan dukungannya ke calon mereka. Kalau 10 persen saja, maka akan dapat tambahan suara 200 ribu. Itu sangat signifikan untuk mendongkrak suara.

Kata Ratmadi, sesuai pengakuan tim penyebar kupon tersebut, saat ini sedang berkonsentrasi untuk ‘mengguyur’ desa-desa perbatasan di Tabanan, Buleleng dan Karangasem dengan kupon bodong itu. Alasannya sederhana, ketiga daerah itu basis pendukung Pasti-Yoga serta tinggi jumlah penduduk miskinnya.

‘Orang Bali yang miskin biasanya gampang kita iming-imingi dengan uang atau hadiah,’ ujarnya dengan logat Jakarta yang kental.

Selain dengan kupon bodong, dukungan terhadap Pasti-Yoga juga digembosi dengan menaikkan angka golput di basis-basis pendukung kandidat dengan nomor keberuntungan 3 (tiga) itu. ‘Saat ini banyak sekali orang-orang yang disebar ke Buleleng untuk mengajak masyarakat di sana agar tidak usah datang ke TPS pada hari H,’ ujar Cok. Ratmadi.

Tujuannya, meningkatkan angka golput di Buleleng. Makin tinggi angka golput di sana, maka akan makin kecil pula perolehan suara Pasti-Yoga. Cok. Ratmadi sadar bahwa akan ada sejumlah warga Bali yang terkena iming-iming kupon bodong serta hasutan untuk golput itu. Namun, Ratmadi percaya bahwa para kader PDI Perjuangan, relawan Bali Mandara serta simpatisan Mangku Pastika-Puspayoga tidak akan menjual integritasnya semurah itu.

‘Ini saatnya kita jengah. Sudah terlalu lama kita mendambakan pemimpin yang mampu membawa perubahan baik bagi Bali. Sudah lama kita menunggu Bali kembali menjadi daerah yang maju, aman, damai dan sejahtera. Apakah peluang berharga ini akan kita gadaikan demi undian yang jelas-jelas bodong, atau karena hasutan orang-orang yang jelas tidak tindih pada Bali?’ tanyanya retoris.

Cok. Ratmadi meminta para pendukung Mangku Pastika-Puspayoga untuk mengumpulkan kupon-kupon bodong dan melaporkannya ke kantor polisi yang terdekat. ‘Dan, buktikan rasa jengah orang Bali dengan hadir ke TPS pada hari H untuk mencoblos nomor 3,’ tegasnya.

Cok Ratmadi juga meminta pihak kepolisian, KPUD dan Panwaslu untuk secara tegas menyikapi undian bodong tersebut. Menurutnya, undian tersebut jelas-jelas adalah upaya money politics yang menjerumuskan masyarakat. (r/*)