SEMARANG, MINGGU – Lima Kabupaten di Jawa Tengah tetap solid mendukung Bambang Sadono, calon Gubernur dari Partai Golkar yang kalah pada pemilihan Gubenur dan Wakil Gubernur atau pilgub Jateng 2008, sebagai ketua Dewan Pimpinan Daerah atau DPD Partai Golkar Jateng.

Dukungan yang dinyatakan dalam pernyataan tertulis itu disampaikan DPD Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Kendal, Kabupaten Jepara, dan Kabupaten Boyolali. Dukungan itu ditandatangani masing-masing ketua DPD dan sekretaris DPD, Sabtu (5/7).

Isi dukungan kelima DPD kabupaten tersebut antara lain menolak wacana penyelenggaraan musyawarah daerah luar biasa dan musyawarah nasional luar biasa terkait kekalahan Partai Golkar yang mencalonkan Bambang Sadono se bagai calon Gubernur pada pilgub Jateng beberapa waktu lalu.

Kami tetap mendukung Bambang Sadono sebagai ketua DPD Golkar Jateng sekaligus sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Jateng, ungkap Purnomo, Ketua DPD Partai Golkar Jateng Kabupaten Semarang dalam pernyataan tertulisnya.

Ketua DPD Partai Golkar Jateng Kabupaten Demak HA Jazer, mengusulkan segera dilaksanakannya rekonsilidasi dan reevaluasi dalam persiapan pemenangan Pemilu 2009. Usulan itu ditujukan kepada DPD Partai Golkar Jateng.

Secara terpisah, mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung, mengungkapkan, kekalahan kandidat Partai Golkar pada pilgub Jateng 2008 salah satunya disebabkan penetapan kandidat yang tidak terbuka dan demokratis.

“Ketidakterbukaan dalam penetapan itu mengakibatkan partai menjadi tidak solid. Penyebab lainnya adalah faktor kelayakan yang tidak dijadikan ukuran saat menetapkan kandidat tersebut, ” kata Akbar seusai menghadiri seminar Satu Abad Kebangkitan Nasional: Runtuhnya Kedaulatan dan Hukum NKRI di komplek Jatidiri Semarang, Minggu (6/7).

Akbar mengatakan, pada setiap pemilihan kepala daerah (pilkada), Partai Golkar harus benar-benar mempertimbangkan kader yang akan diusung. Kader tersebut harus memiliki dedikasi, loyaltas, dan prestasi yang sudah diakui terhadap partai. “Calon yang diusung Partai Golkar harus benar-benar dikenal baik oleh masyarakat dan memiliki kemampuan untuk memimpin, ” imbuh Akbar.

Akbar juga menyarankan kepada seluruh anggota Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar juga memerhatikan d an mempertimbangkan kader lain yang memiliki kelayakan untuk ikut serta pada pilkada. Menurut dia, penunjukan kader untuk ikut serta dalam pilkada harus terbuka dan demokratis.

Sebelumnya, pada Jumat (27/6), rapat internal Dewan Penasihat (Wanhat) DPD Partai Golkar Jateng , mengharapkan Bambang Sadono selaku Ketua DPD Partai Golkar dengan kesatria bertanggung jawab atas hasil Pilgub Jateng. Salah satu butir kesepakatan dalam rapat tersebut adalah mengharapkan Bambang Sadono mempertimbangkan pengunduran diri.(APO)