Fakta di pengadilan kasus aliran dana BI ke DPR patut di cermati. Banyaknya anggota DPR RI kita, lintas partai, dan besarnya uang yang di alirkan, memberi keyakinan kepada kita, bahwa anggota DPR RI yang terhormat itu, semakin tidak jauh dari harapan rakyat dan konstituenya. Karena itu, kita harus semakin berhati-hati, untuk menentukan pilihan kita pada Pemilu 2009 nanti!.

Berikut laporan rekan PERSDA/BIAN HARNANSA, sebagai berikut :

JAKARTA, SELASA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar tak mau menjawab rinci apa tindak lanjut yang akan dilakukan KPK atas kesaksian anggota DPR Hamka Yamdhu mengenai siapa saja yang menerima aliran dana Bank Indonesia (BI). Saat bersaksi dalam sidang aliran dana BI dengan terdakwa Rusli Simanjuntak dan Oey Hoey Thiong, Senin (28/7) kemarin, Hamka menyebutkan seluruh anggota Komisi IX yang berjumlah 52 orang turut menikmati uang tersebut.

“Fakta-fakta itu kan sudah terungkap di pengadilan, tentunya penyidik dan penuntut umum sangat paham apa yang akan dilakukan. Ini sudah proses penyidikan, KPK tahu apa yang harus dilakukan ke depan. Cermati saja!,” kata Antasari, usai peringatan Isra Mi’raj di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (29/7) malam.

Ia mengatakan, pengakuan satu orang tidak bisa dijadikan bukti. Namun, apa yang terungkap di pengadilan dapat menjadi bukti awal yang cukup.

“Tapi harus diuji lagi dengan alat bukti yang lain. Saya sudah minta kepada rekan-rekan di penindakan untuk mencermati semua fakta itu dan kita evaluasi. Ya sudahlah, KPK tahu apa yang harus dilakukan,” tegas Antasari.