JAKARTA–MI: Puan Maharani, putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri diusulkan menjadi Ketua Harian PDIP. Hal ini dimaksudkan untuk memuluskan langkah Megawati dalam Pilpres 2009.

Usulan tersebut dilontarkan Direktur Pro Mega Center Mochtar Mohamad di Jakarta, Kamis (7/8).

Upaya pemunculan Puan kejajaran elite PDIP itu, kata Mochtar, karena hasil analisis Pro Mega Center atas berbagai hasil survei selama ini, bahwa untuk memenangi Pilpres 2009, Megawati harus menggandeng salah satu dari lima calon wakil presiden (cawapres), yaitu Sultan Hamengkubuwono X, Wiranto, Hidayat Nur Wahid, Akbar Tanjung, dan Prabowo Subianto.

Karena itu Pro Mega Center menyarankan agar Megawati membangun komunikasi politik dengan kelima cawapres tersebut.

“Kelima kandidat cawapres itu harus dimasukkan dalam tim di kabinet bayangan Megawati, meski nanti hanya satu nama yang terpilih,” ujar Mochtar.

Sebagai capres, ucap Mochtar, Megawati harus segera melakukan komunikasi politik dengan masyarakat luas, termasuk ke partai-partai yang menjadi pendukung kelima cawapres tersebut. Megawati juga diharapkan tidak tampil sekadar capres dari PDIP, tetapi sebagai capres dari semua kalangan masyarakat luas yang menginginkan perubahan. “Saat ini Pro Mega Center tengah membangun opini agar Megawati bisa diterima semua partai dan semua kalangan,” katanya.

Untuk mendukung upaya tersebut, tukasnya, Pro Mega Center menyarankan DPP PDIP segera mengambil langkah taktis dan strategis, yaitu dengan menambah struktur ketua harian di jajaran pengurus DPP. Penambahan ketua harian itu, kata dia, bisa dilakukan dengan menggelar rapat pleno DPP yang diperluas.

“Yang paling tepat menjabat ketua harian adalah Puan Maharani yang merupakan keturunan Bung Karno. Ini sesuai hasil survei LSI yang menunjukkan PDI Perjuangan akan lebih besar bila dipimpin keluarga Bung Karno,” cetusnya.

Dengan munculnya Puan ke jajaran elite PDIP, sambungnya, maka akan menunjukkan ke publik tentang adanya kaderisasi di PDI P, sekaligus mengakomodasi gagasan perlunya kaum muda menduduki tampuk pimpinan. “Juga akan meredam polemik dan dikotomi tua dan muda yang sedang menghangat saat ini,” tandas Mochtar. (Hil/OL-06)