DEPOK–MI: Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung siap mencalonkan diri menjadi Presiden RI 2009-2014. Hal itu ditegaskan Akbar dalam diskusi di Fisip UI, Depok, Kamis (7/8).

“Bila tidak ada peluang maju dari Partai Golkar maka saya akan berusaha melalui partai lain dengan melakukan pendekatan dan komunikasi dengan sejumlah pemimpin partai,” kata Akbar.

Akbar mengakui walaupun sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pimpinan partai dia tak tahu pasti sejauh mana mereka memberi dukungan. “Ini kan, soal politik, semua masih bisa berubah,” kata mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.

Akbar siap jika Golkar merekrut calon presiden melalui konvensi seperti menjelang Pemilu 2004 lalu tetapi Akbar belum tahu apakah menjelang Pemilu 2009 Partai Golkar mengadakan konvensi atau tidak karena waktunya masih cukup panjang.

Sedangkan mengenai pemimpin dari kaum muda, Akbar mengatakan, partai politik jangan asal mencalonkan pemuda untuk menjadi pemimpin. Calon presiden, katanya, harus dilihat dari kredibilitas dan kemampuan orang tersebut dalam mengatasi permasalahan negara. “Pemimpin itu tidak muncul dengan cara didorong-dorong oleh iklan yang banyak dan sering muncul di media,” katanya.

Ia menyatakan pengalaman politik sangat menentukan kematangan seseorang untuk memimpin bukan hanya karena permintaan atau tuntutan supaya orang muda muncul menjadi presiden. “Kaum muda bisa muncul tapi harus sudah memiliki kematangan politik dan pengalaman yang cukup sehingga akan mampu mengatasi permasalahan yang ada,” katanya.

Menurut dia, orang muda yang berpengalaman dapat dilihat pada anggota DPR yang telah memiliki pelajaran sangat lengkap yang berpotensi dapat melanjutkan sebagai peminpin masa depan. “Masalah yang dihadapi Indonesia sangat kompleks. Sangat penting memilih pemimpin yang memahami kemajemukan Indonesia,” katanya.

Gubernur juga dapat memiliki perspektif sebagai seorang pemimpin negara, katanya. “Sekarang tinggal bagaimana parpol melihat potensi kepemimpinan tersebut sehingga memberikan peluang kapada mereka untuk muncul sebagai pemimpin,” ujarnya. (Ant/OL-06)