Penulis : Muhammad Fauzi
JAKARTA-MI: Negosiasi ulang dengan China soal kontrak LNG Tangguh dilakukan bukan untuk menaikkan citra pemerintah menjelang pemilu 2009. Bantahan itu dikemukakan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Hatta Radjasa, Senin (1/9). “Tidak ada yang akal-akalan. Presiden dalam pidatonya kemarin jelas untuk membuka sepenuhnya soal pansus ini. Misalnya ada hal-hal yang perlu diperbaiki dari bangsa dan negara ini, kenapa tidak,” kilah Mensesneg, di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/9).

Negoisasi ulang tersebut, ungkap Hatta, merupakan upaya pemerintah mengatasi krisis energi saat ini. Dengan melambungnya harga minyak dunia maka seharusnya nilai gas kita juga ikut naik. “Jadi niat baik pemerintah harusnya tidak dicurigai dengan tuduhan yang macam-macam. Karena ini justru akan membuat permasalahan semakin runyam. Masak untuk memperbaiki bangsa kok dibilang akal-akalan,” kata Hatta. (Faw/OL-06)