Penulis : Denny Saputra
BANJARMASIN–MI: Ratusan calon anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pro Gus Dur, harus masuk kotak setelah Komisi Pemilihan Umum, Kalimantan Selatan memutuskan hanya memverifikasi caleg PKB kubu Muhaimin Iskandar.

“KPU telah memutuskan hanya melakukan verifikasi terhadap caleg yang disodorkan kepengurusan PKB yang pro Muhaimin,” ungkap, Ketua KPU Kalsel, Mirhan, Jumat (12/9). Menurut Mirhan, kebijakan ini diambil sesuai ketentuan hukum berlaku demi kelancaran proses tahapan pemilu.

KPU sendiri berharap, agar para kader dan simpatisan PKB pro Gus Dur untuk tidak melakukan tindakan anarkis seperti unjuk rasa dan sebagainya.

Sementara, Rosehan NB, Ketua DPW PKB pro Gus Dur yang juga Wakil Gubernur Kalsel, menyatakan pihaknya tidak akan bergabung dengan kepengurusan PKB pro Muhaimin. “Kami tidak akan bergabung karena imam kami adalah Gus Dur,” katanya.

Tetapi pihaknya mempersilahkan para kader PKB pro Gus Dur bila ingin loncat pagar. “Kondisi seperti dapat saja memicu konflik, karena kami telah lama membangun PKB bertahun-tahun tiba-tiba dipangkas oleh kepengurusan yang hanya dalam hitungan hari,” paparnya.

Menurut Rosehan, pihaknya menyayangkan dengan keputusan yang diambil KPU tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Sebelumnya ada wacana agar caleg dari kedua kubu tersebut digabung untuk memenuhi kuota 66 caleg. Seperti diketahui PKB pro Gus Dur hanya menyodorkan 36 nama caleg dan PKB pro Muhaimin, pimpinan Mulyadi Mangin menyodorkan 39 caleg.

Sejauh ini KPUD Kalsel telah melakukan verifikasi terhadap 963 caleg dari seluruh partai politik peserta pemilu. Hasil verifikasi sementara, ditemukan banyak masalah seperti kelengkapan berkas caleg dan porsi keterwakilan perempuan yang masih kurang.

Kebijakan untuk tidak memverifikasi ratusan caleg PKB pro Gus Dur tersebut, juga dilakukan 13 KPUD se Kalsel. Untuk sementara hanya caleg PKB pro Muhaimin yang dilakukan verifikasi. (DY/OL-2)