Laporan Wartawan Kompas Agnes Rita Sulistyawaty

PADANG, RABU – Banyaknya partai politik yang melengkapi berkas bakal calon legislatif atau bacaleg di menit-menit terakhir pendaftaran menunjukkan bahwa parpol tidak siap menghadapi pemilu mendatang.

“Kalau parpol siap, tentu mereka menyiapkan kader sejak jauh-jauh hari. Yang terjadi sekarang, banyak parpol yang sulit mencari orang untuk dijadikan caleg, apalagi mencari caleg yang berkualitas. Belum lagi bila parpol harus memenuhi kuota perempuan 30 persen juga bukan persoalan mudah,” tutur Saldi Isra, pengamat hukum Tata Negara Universitas Andalas, Padang.

Selain itu, Saldi mengatakan banyak orang berpikir ulang untuk bergabung ke parpol mengingat banyak kasus yang terjadi di lembaga legislatif itu. Sebut saja kasus korupsi yang marak terjadi.

Persoalan di dalam parpol semakin rumit ketika partai harus menentukan nomor urut calon legislatif yang akan diajukannya. Penentuan nomor urut ini bukanlah persoalan mudah.

Dari KPU Sumatera Barat dilaporkan, hingga batas akhir penerimaan perbaikan berkas bacaleg pukul 17.00 kemarin, hampir seluruh parpol tidak bisa melengkapi semua kekurangan berkas bacaleg. Namun, hanya PKB yang mengajukan surat formal penarikan empat nama bacaleg. Partai lain hanya mengatakan bahwa bacaleg yang tidak melengkapi persyaratan berarti mengundurkan diri.