Penulis : Maya Puspita Sari
MI/M IRFAN

JAKARTA–MI: Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden diduga akan mengerucut menjadi tiga pasang. Hal ini merupakan imbas diberlakukannya persyaratan pengajuan capres dan cawapres yakni 20% kursi atau 25% suara sah nasional sebagaimana termaktub dalam UU Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

“Diprediksikan pada Pilpres 2009 mendatang hanya akan ada tiga pasangan calon, hal ini merupakan efek mekanik diberlakukannya RUU Pilpres. Jumlah pasangan calon akan mengerucut,” ujar Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia Dodi Ambardi kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (4/11).

Dodi menyatakan, bila diasumsikan hasil Pilpres 2009 serupa dengan hasil Pilpres 2004 maka hanya ada dua partai yang mungkin mencapai angka 20% kursi yakni Partai Golkar dan PDIP. Sedangkan partai lain yang tergolong partai kecil dan menengah akan cenderung bergabung dengan partai besar.

Partai Golkar dan PDIP, lanjut Dodi, diprediksikan tidak akan melakukan koalisi karena kedua partai ini sama-sama berambisi merebut kursi nomor wahid. “PDIP sudah mendeklarasikan Megawati sebagai capres, maka kemungkinan partai ini akan merekrut cawapres dari kalangan partai Islam. Sedangkan Golkar, bila hanya berambisi di posisi cawapres mengapa tidak meneruskan koalisi dengan Partai Demokrat yang jelas berpeluang besar. Kedua partai ini ingin jadi nomor satu,” tuturnya.

Jadi, lanjut Dodi, tiga pasangan capres dan cawapres yang akan berlaga di Pilpres 2009 adalah Partai Golkar dengan partai X, PDIP dengan partai Y, serta koalisi antara partai-partai kecil dan menengah.

Sedangkan partai-partai baru yang memiliki peluang keterpilihan besar berdasarkan hasil survei LSI per September 2008 adalah Partai Gerindra, Partai Hanura, dan Partai Matahari Bangsa.

“Partai baru lainnya masih memiliki waktu 6 bulan sebelum Pemilu, mereka harus gencar menyosialisasikan partai mereka bila ingin menjadi kompetitor yang agak bermakna,” tandas Dodi. (*/OL-03)