JAKARTA, RABU – Anggota Dewan Pertimbangan Partai (DPP) PDI Perjuangan, A.P. Batubara menjelaskan, partainya baru akan menentukan siapa yang akan dijadikan sebagai pendamping Megawati Soekarnoputri di 2009 mendatang setelah mengetahui hasil Pemilu Legislatif 2009. Pengunduran penetapan calon wakil presiden Megawati, lanjut A.P. Batubara, berdasar pertimbangan situasi politik yang dinamis.

Ia kemudian membantah Rakernas III PDI Perjuangan yang akan dilangsungkan di Solo, Jawa Tengah pada awal tahun depan, 27-29 Januari nanti untuk mengumumkan secara resmi pendamping Megawati di 2009.

“Agenda utamanya di Rekernas nanti adalah mempersiapkan Pemilu legislatif. Belum akan mengumumkan siapa cawapresnya. Hanya saja memang, yang sudah melamar Bu Mega sudah banyak, tapi kita belum akan menjelaskannnya siapa. Yang jelas, mereka yang menawarkan diri untuk menjadi pendamping bu Megawati,” kata AP Batubara.

Dijelaskan, penentuan cawapres PDI Perjuangan usai Pemilu legislatif ini, juga didasari atas dasar kehati-hatian dalam memilih pendamping Megawati di 2009. Terlebih, lanjutnya lagi, PDIP sampai saat ini masih menginginkan adanya sebuah koalisi di 2009 nanti.

“Koalisi sangat penting. Namun dengan siapanya, masih penuh pertimbangan. Tapi secara pribadi, kalau PDI Perjuangan bisa meraih suara sampai 30 persen, koalisi sudah tidak perlu dilakukan. Segala sesuatunya, tentu menjadi keputusan partai dan bu Megawati,dengan siapa mau berpasangan dalam Pemilu nanti,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo juga sudah menyatakan partainya masih belum bisa memutuskan siapa yang akan menjadi pendamping Megawati dalam pemilihan presiden 2009 mendatang. Tjahjo beralasan, PDI Perjuangan menginginkan agar pendamping Megawati didukung oleh parpol untuk membangun system presidensil yang efektif dengan koalisi parpol kuat termask di tingkat parlemen.

“PDIP akan memutuskan siapa pendamping Mega setelah mengetahui hasil pemilu legislative 2009. Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh kader PDIP untuk bisa memahami lambannya PDI-P mengumumkan nama pendamping Mega. Ini disebabkan atas perkembangan yang terjadi. Mencari figur yang dianggap serius dan mampu menjadi cawapres ternyata dideklarasikan menjadi capres oleh parpol lain,” kata Tjahjo Kumolo.

Tjahjo juga membenarkan sudah ada sejumlah nama namun belum bersifat final karena dinamika politik berubah-ubah. “Kita tidak mau salah mengambil figur. Cawapres bu Mega nanti diharapkan mampu menambah perolehan suara dan tidak hanya mengandalkan perolehan suara dari Bu Mega sendiri,” jelasnya.

Kini, ada lima nama yang disebut-sebut sedang dipertimbangkan secara matang untuk dijadikan calon pendamping Megawati dalam Pilpres 2009 mendatang. Ke limanya antara lain, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra, Prabowo Subianto serta Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto.(Persda Network/YAT) DARI KOMPAS.COM