JAKARTA, SELASA – Calon presiden pada pemilihan umum (Pemilu) 2009 Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, dirinya tidak membutuhkan reformasi jika terpilih menjadi presiden Indonesia. Yang dibutuhkan, kata Sultan, adalah restorasi atau penataan kembali kehidupan berbangsa dan berbegara.

Menurut kader Partai Golkar ini, pemerintah pusat saat ini kurang memerhatikan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah. Akibatnya, masih banyak daerah-daerah yang hingga sekarang masih tertinggal. “Padahal yang memiliki Indonesia adalah orang-orang daerah, karena negara Indonesia terdiri dari berbagai etnik. Maka itu, pemerintah berkewajiban untuk meningkatkan potensi daerah agar berkembang,” ujarnya pada acara Silaturahmi Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Selasa (6/1) di Jakarta.

Sultan melanjutkan, pemerintah Indonesia harus lebih dapat menggunakan hasil-hasil sumber daya alam untuk kepentingan rakyat. Namun, yang terjadi saat ini adalah kekayaan laut Indonesia dikuras, hutan digunduli, dan bumi terus digali, tapi hasilnya malah menyejahterakan perekonomian negara lain.

Sultan, yang malam tersebut didampingi oleh Kanjeng Ratu Hemas, juga mengkritisi pemerintah yang masih menggunakan uang negara untuk membayar utang pemerintah. “Padahal, peruntukan utang tersebut belum sepenuhnya digunakan untuk rakyat. Pemerintah hingga kini tidak bisa membedakan antara aset negara, pendapatan negara, dan pendapatan pemerintah,” ujarnya.

Sultan, dalam kesempatan tersebut, kembali menegaskan alasannya maju ke dalam pilpres 2009. “Saya banyak mendapatkan dukungan dari teman-teman di daerah, seperti Sumatera, Sulawesi, hingga Papua, yang meminta saya untuk maju (jadi capres). Saya bilang ke mereka bahwa saya bersedia,” ujarnya.

Sultan menegaskan, kekuasaan bukanlah hal untuk diperebutkan, namun sebagai amanat yang dapat digunakan untuk menyejahterakan rakyat. kompas.com