Jakarta – Hasil Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) masih saja dinilai buruk. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun berharap para capres-capres yang akan bertanding bisa memperbaiki LKPP secara konkret.

“Para calon-calon pemimpin jangan hanya bicara soal ekonomi kerakyatan, tidak ada gunanya berpidato-pidato tapi jadi garong terus, ini yang perlu diperbaiki,” tegas Ketua BPK Anwar Nasution usai menghadiri peresmian Gedung Pusdiklat BPK di Jakarta, Kamis (4/6/2009).

Ia mengatakan, sistem di Indonesia saat ini masih campur aduk antara kekayaan pribadi dan kekayaan negara. Akibatnya, penghitungan keuangan pun menjadi kacar.

“Kita masih berupa negara yang tidak tertib,” jelasnya.

Untuk itu, Indonesia membutuhkan perubahan yang signifikan dan fundamental dalam sistem keuangan nasional. “Saat ini perbaikan di sistem keuangan sangat penting dan merupakan dasar pencegahan korupsi,” ujarnya

Ia menambahkan BPK akan melaporkan hasil LKPP pemerintah kepada DPR pada Selasa (9/6/2009) pekan depan. Seperti sebelum-sebelumnya, BPK menilai kemajuan LKPP pemerintah masih lambat.

“Dalam laporan LKPP, kemajuannya sangat lambat, seperti pengelolaan rekening liar, pungutan-pungutan yang tidak dilaporkan masih sangat banyak,” pungkasnya.