DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengambil keputusan mem-PAW Misbakhun dari anggota DPR RI sejak Juni 2011 lalu. Misbakhun yang divonis penjara 2 tahun terkait kasus pemalsuan pencairan deposito dalam penerbitan fasilitas letter of credit (L/C) Bank Century itu, digantikan DR M Firdaus dari dapil Pasuruan Jawa Timur.

“DPP mengambil keputusan mem-PAW sejak sekitar Juni atau Juli lalu,” kata Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq kepada wartawan di sela acara halal bihalal dengan DPW dan DPD Jawa Timur di Surabaya, Jumat (9/9/2011).

Misbakhun yang mantan pegawai di Ditjen Pajak itu terjerat kasus pemalsuan pencairan deposito dalam penerbitan fasilitas letter of credit (L/C) Bank Century, sekitar tahun 2004. Kata Hasan, Misbakhun bergabung ke PKS antara tahun 2008-2009. (Sumber Detik.com)

Inilah yang ingin saya katakan “Ngaco”!!!. Mengapa? Dalam system Presidential, Rakyat memilih orang per orang. Tidak memilih partai. Jadi partai, walau UU nya membolehkan melakukan recalling atau Perggantian Antar Waktu (PAW), sesungguhnya mengingkari UUD 1945.

Coba lihat UUD 1945 Bab VIII, pasal 19, “Anggota DPR dipilih melalui Pemilu!.”