Kalau diibaratkan sebuah pesawat terbang, apalagi kalau memahami konsep pembangunan orba, maka bangsa ini sejatinya sudah tinggal landas. Tapi dasar bangsa “delayed”, hari gini masih sosialisasi4 Pilar kebangsaan yakni : Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Apa yang melatarbelakangi adanya program sosialisasi ini? Apakah memang bangsa ini disinyalir adanya bau disintegrasi? Apakah Pancasila itu sdh dilupakan orang? apakah Bhineka Tunggak Ika, terancam keberadaanya?

Sebagai pembanding, pernahkan the declaration of independence di P-4 kan seperti di Indonesia? Atau San Min Cui konsepnya DR. Sun Yat Sen yg menjadi milik China, wajib di hafalkan oleh seluruh penduduk China? Atau tri konsepnyanya Perancis, Liberté, égalité, fraternité, jadi mata kuliah wajib?

Kelihatannya bangsa ini hanya disibukan oleh fikiran-fikuran abstrak para pemimpinnya, sementara tanpa di sadari pada`sisi lain, kita sedang meruntuhkan bangsa negara ini, melalui perilaku dan kebijakan yang tidak berpihak kepada cita-cita untuk mewujudkan 4 pilar tersebut, seperti centralistis-Jakarta centris, otonomi daerah yang tidak tuntas (bikin jalan saja harus menurut keputusan dari Jakarta), kekayaan daerah diangkut ke pusat, bahkan daerahnya hampir tidak merasa memilikinya. dst.

Sosialisasi ini, yang aneh, justru dilakukan oleh para wakil rakyat yang duduk di DPR dan MPR RI. Bukankan sosialisasi ini adalah perilaku ekseskusi? artinya tugasnya eksekutif!? Bukankan anggota DPR itu tugas legislasi? Apa kaitannya dengan sosialisasi 4 pilar kebangsaan itu dengan tugas-tugas sebagai perumus kebijakan/UU?

Saya tidak yakin kalau mereka turun ke daerah-daerah, untuk menghamburkan uang apalagi kampanye diri, jadi apa ya?