Berkali kali POLRI mengatakan, bahwa penanganan tragedi Sape di Bima, adalah telah sesuai dengan Protap. Ini artinya apa? Kasus yang menyebabkan terjadinya korban jiwa, bukan saja telah sering terjadi, akan tetapi bakal terulang kembali di waktu yang akan datang. Sinyalemen ini memberi isyarat kepada kita, bahwa ada yang salah dengan lembaga kepolisian ini. Karena tugas polisi adalah membawa pelanggaran hukum ke pengadilan. Tidak menembaki, apalagi mengakibatkan kepada kematian.

Protap disusun sebagai penjabaran dari Peraturan yang ada. Sedangkan Peraturan tersebut, mengacu kepada policy. Dan policy berdasarkan kepada mindset. Jadi mindset –> kebijakan –> Peraturan –> Protap. Demikian alur pikirnya secara gamblang dapat kita fahami.

Apa kemudian mindset polisi indonesia!? Sejarah kepolisian di indonesia di era Orba masuk ke angkatan bersenjata alias angkatan perang. Ini berakibat akhlaq ya dalam berbagai penanganan masalah, seperti menghadapi musuh. Padahal polisi adalah alat penegak hukum.

Struktur organisasi POLRI persis sama dengan struktur organisasi TNI; di tingkat Pusat ada Mabes, kemudian ditingkat provinsi ada Polda, di Kabupaten Dan Kota ada Polres hingga ke tingkat Kecamatan ada polsekta2 seperti Koramil.

Struktur kepangkatannya, sama dengan angkatan perang, Ada jenderalnya segala rupa. Bahkan kita lihat di dada para jenderalnya Ada berbagai macam tanda jasa, bak sudah berperang.

Bagaimana polisi seharusnya?

Di Jepang Kota mengenal Koban Polis, tugasnya disamping menage keamanan lingkungan, juga me Perjanjian warganya sekitarnya. Orang orang jompo yang tinggal sendiri, di pantau bila Ada yang perlu Dan memerlukan bantuan, seperti mengingatkan minum obat.

Di Amerika, kita mengenal Sherif, yang tugasnya memantau lingkungan wilayah ya dari berbagai macam gangguan keamanan.

Di Bali ada Pecalang yang menyebabkan Bali paling aman di indonesia dan membuat nyaman tourist manca negara.

Polisi adalah sipil, bukan militer.