JAKARTA – Impian partai politik berbasis agama untuk memenangi Pemilihan Umum 2014 dinilai bakal sulit terwujud. Popularitas pemimpin partai politik berbasis agama ini menjadi salah satu faktor menurunnya perolehan suara pada Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden.

“Dari waktu ke waktu partai Islam mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari sisi popularitas, tokoh partai Islam kalah pamor dengan partai nasionalis,” ujar peneliti Lingkaran Survei Indonesia Ajie Alfaraby dalam acara yang bertema Makin Suramnya Partai dan Capres Islam pada Pemilu 2014.

Menurut Ajie, partai politik berbasis Islam terancam tidak lagi masuk ke dalam lima besar partai politik di Pemilu 2014. Jika pemilu digelar hari ini lima besar perolehan suara partai politik dikuasai oleh partai nasionalis, yaitu partai yang berbasis pancasila (Partai Golkar, Partai Demokrat, PDIP, Partai Gerindra dan Partai NasDem)

“Tokoh nasionalis lebih populer dibanding tokoh Islam. Tokoh Islam perolehan suara di bawah 60 persen, berbeda dengan pamor dari partai nasionalis yang dikenal publik, mendongkrak suara diatas 60 persen,” tambahnya.

Ajie menambahkan bahwa dukungan pemilih sangat dipengaruhi oleh sosok figur atau kandidat partai. “Dari sisi figur partai islam kalah secara popularitas dan kalah dukungan dibanding dengan partai nasionalis,partai politik islam hanya mendapat perolehan suara dibawah lima persen dibanding dengan partai nasionalis,” paparnya.

Lebih lanjut Ajie menegaskan, sosok figur dari partai nasionalis seperti Megawati Soekarno Putri, Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto lebih dikenal publik dibanding dengan calon presiden dari partai islam seperti Hatta Rajasa, Suryadharma Ali, dan Lutfi Hasan Ishaq. (Ful)
Sumber OKezone