Walau Pemilu 1955, belum ada yang namanya KPU, pemilu meriah namun tetap tertib dan damai. Pemilu diikuti 172 kontestan terdiri dari sekian puluh partai, sekian puluh perorangan, sekian puluh organisasi non partai. Era itu masih ada fatsun (etika) dalam berpolitik. PM Burhanuddin Harahap (Masyumi) dan kabinetnya – yang menylenggarakan pemilu – segera meletakkan jabatan dan menyerahkan mandat kepada Presiden Soekarno untuk menunjuk formatur pembentuk kabinet baru. Padahal, kekalahan Masyumi tidak signifikan (PNI – 22,32%, Masyumi 20,92%, keduanya sama-sama mengantongi 57 kursi di DPR)

Pemilu Orde Baru, sesudah pemilu 1971 yang diikuti 10 kontestan, lima pemilu lainnya hanya diikuti 3 kontestan, Golkar (mengaku bukan partai), PPP dan PDI. Semua pemilu rekayasa alias pemilu bohong-bohongan. Rakyat diam, terpaksa diam, karena kuatnya represi.

Pemilu pasca Orde Baru, perolehan suara partai bentukan Orde Baru dari pemilu ke pemilu terus merosot.

• Golkar: 1997 –> 74,51%, 1999 – >26,..%, 2004 –> 21,..%, 2009 –> 14,..%.
• PPP: 1997 –> 22,..%, 1999 –> 10,..%: 2004 –> 8,..%, 2009 –> 5,..%
• PDI/PDIP: 1997 –> 11,..%, 1999 –> 33,..%, 2004 –> 18,..%, 2009 –> 14,..%.
Mengapa PDIP saya kategorikan dalam partai bentukan Orde Baru, karena partai ini dalam kongresnya di Semarang (2000) mengklaim dirinya sebagai partai yang telah berusia 26 tahun.

Suara partai yang mengusung bendera agama (islam dan non islam) tidak mencerminkan jumlah penganutnya. Bahkan, partai yang teramat kentara mengsusung panji-panji agama hampir tidak dilihat konstituen pemilih.

Seperti “
• PPP (lihat di atas),
• PKB, (1999 – 12,61%, 2004 – 10,57%, 2009 – 5, …%)
• PAN (1999 – 7,12%, 2004 – 6,44%, 2009 – 6, …%)
• PBB, (1999 – 1,94%, 2004 – 2,62%, 2009 – 1, …%). Harus hengkang dari DPR 2009 – 2014 karena tidak memenuhi syarat
parliamentary treshhold.
• PBR (2004 – 2,44%, 2009 – 1,…%). Harus hengkang dari DPR 2009 – 2014 karena tidak memenuhi syarat parliamentary
treshold.
• PKS (2004 – 7,34%, 2009 – 8,…%). Suara PKS naik peringkat namun tidak signifikan.
• PDKB (1999 – 0,52%, PKD (1999 – 0,20%

Suara partai yang dikomandoi langsung mantan petinggi tentara, tidak berhasil meraih suara seperti jargon yang sering kita dengar a.l. bahwa, ‘rakyat merindukan kembalinya kiprah tentara dalam politik’. Fakta pemilu membuktikan lain.

• PKP (Partai Keadilan dan Persatuan) pimpinan Jenderal Eddy Sudradjat (1999 – 1,01%)
• PKPB (Partai Karya Peduli Bangsa) pimpinan Jenderal Hartono mantan KASAD (2004 – 2,11%, 2009 – 1, …%).
• Partai Hanura pimpinan Jenderal Wiranto mantan PANGAB ( 2009 – 3, …%)
• Gerindra pimpinan Letjend Prabowo Subianto Mantan Danjen Kopasus (4,…%)

Bagaimana?