Issue upaya untuk menggulingkan SBY yg dilontarkannya sendiri, telah mencengangkan berbagai kalangan. Ini bukan yang pertama kali SBY menyampaikan hal yang hampir serupa, dulu-dulu, juga dikemukakannya kepada Pers.

Kalau kita melihat, Pasal impeachment, 7a, UUD 945, Presiden dan/atau wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majleis Permusyawaratan Rkyat atau usul Dewan Perwakilan Rakyat, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhdapa Negara, korupsi, penyupan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebaga presiden dan/atau wakil President.

Jadi SBY tidak ada bukti menghianati Negara, sby tidak korupsi, tidak melakukan penyuapan, tidak melakukan tindak pidata ringan atau berat, atau perbuatan tercela lainnya. Pasal ambigu seperti ini, bila mau dilaksanakan, disamping sulit untuk diterapkan, karena Presiden yg sedang berkuasa hampir tidak mungkin dapat di adili oleh Pengadilan Negeri, juga hanya akan melahirkan pertumpahan darah karena miss interpretasi. Karena untuk menyatakan SBY korupsi, itu harus ditetapkan secara hukum dulu. Dan itu tdk mungkin, karena akhirnya binsa mnita grasi kpd dirinya sendiri.

Hal lain, yang tidak memungkinkan SBY dapat di kudeta pun, tidak ada. Satu-satunya yang bisa kudeta, hanya tentara. Tetapi tentara pasca reformasi, sudah tidak punya lagi kemampuan untuk melakukan hal tersebut, bila tdk ingin berlawanan dengan rakyat Indonesia semesta.

Bagaimana dengan Mahasiswa? Seperti terjadi kepada Presiden Sukarno dan Suharto?

Sulit juga, karena mahasiswa tdk cukup alasan juga untuk memberontak, karena mau ngomong apa saja bebas, mau demo silahkan. Ekonomi dalam keadaan baik. Korupsi sedang di berantas. Bagaimana dengan DPR? DPR sulit di ajak kompromi karena sedang di benci oleh rakyat Indonesia.

Jadi mengapa ya Bapak yang Tinggi Besar merasa sensi kalau dirinya akan ada yang mengkudeta?